MEDAN | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H.Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M, menghadiri kegiatan Tasyakuran dan Pelepasan Siswa-siswi MAPN 4 Medan yang berlangsung khidmat dan penuh haru, Rabu (13/5). Kegiatan tersebut mengusung tema “Masa Lalu Jadi Kenangan, Masa Depan Jadi Perjuangan.”
Acara yang digelar di lingkungan madrasah tersebut dihadiri oleh Kakankemenag Kota Medan Dr.H.Impun Siregar. MA., Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Medan,Camat Labuhan Deli,Kepala MAPN 4 Medan Dr. Syarifuddin, S.Pd.I, MA ,Wakil Kepala Madrasah,guru, orang tua siswa, serta para tamu undangan lainnya. Momentum pelepasan ini menjadi bentuk rasa syukur atas keberhasilan para siswa dalam menyelesaikan pendidikan di jenjang Madrasah Aliyah.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenagsu menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa-siswi atas dedikasi dan semangat belajar yang telah ditunjukkan selama menempuh pendidikan di madrasah. Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus menjaga nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, serta semangat untuk meraih cita-cita di masa depan.
“Perjalanan pendidikan di madrasah ini akan menjadi kenangan yang berharga. Namun, setelah ini para siswa akan menghadapi tantangan baru yang membutuhkan kerja keras, disiplin, dan semangat perjuangan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Qosbi juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, kedewasaan berpikir harus ditunjukkan dengan keberanian mengambil langkah untuk masa depan, termasuk melanjutkan kuliah dan meningkatkan kualitas diri.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Orang yang dewasa dalam berpikir akan mampu melihat peluang dan terus belajar untuk memperbaiki kehidupannya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi dan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, generasi muda harus memiliki semangat untuk mandiri, bekerja keras, dan yakin terhadap kemampuan diri sendiri.
“Dewasa bukan hanya soal usia, tetapi bagaimana seseorang mampu bertanggung jawab, mandiri secara ekonomi, serta percaya diri dalam meraih cita-cita dan menghadapi kehidupan,” tambahnya.
Kegiatan tasyakuran dan pelepasan tersebut turut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan kreativitas siswa, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, serta prosesi pelepasan siswa-siswi.
Suasana haru tampak menyelimuti acara ketika para siswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru dan orang tua yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa belajar di madrasah sekaligus awal perjuangan baru dalam menapaki jenjang pendidikan dan kehidupan yang lebih tinggi. (OM/32)







