Taring Prabowo: Penangkapan Tiga Petinggi BGN Jadi Momentum Pembenahan Total Program MBG

MEDAN | Penangkapan tiga punggawa Badan Gizi Nasional (BGN) eks Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan dua orang Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung menjadi momentum pembersihan dan evaluasi total pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tegas dan terukur ini memunculkan harapan baru untuk perbaikan Governance, Risk Management and Compliance guna memastikan program unggulan pemerintah berjalan dengan baik.

Hal ini disampaikan Koordinator Taring Prabowo, Hanief Palopo Wibowo, saat kunjungan di Medan dalam rangka konsolidasi Taring Prabowo. Medan (6/6/2006).

Hanief juga memberi apresiasi tinggi terhadap keputusan presiden untuk memberhentikan ke-3 pejabat teras Badan Gizi Nasional.

“Kami bersyukur dan memberi apresiasi yang tinggi kepada Presiden Prabowo yang sudah mengambil sikap guna penyelamatkan Program unggulan pemerintah, Jangan bermain api dan coba-coba untuk mengambil kesempatan memperkaya diri diprogram unggulan pemerintah” katanya.

Menurut Hanief, program Makan Bergizi Gratis ini sangat kebermanfaatan bagi masyarakat Indonesia dan harus dikelola dengan baik dengan kerangka kerja strategis; tata kelola yang akuntabel (governance), pengendalian risiko (risk management) serta kepatuhan terhadap hukum, standar, dan prosedur (compliance) secara terkoordinasi.

“Governance’ yang baik berarti transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness yang nyata. ‘Risk management’ yang efektif bukan sekadar dokumen laporan tetapi analisis berbasis data dan pengendalian resiko dengan ketat. ‘Compliance’ yang kokoh, ketaatan yang menyelamatkan, bukan formalitas, berakar pada standar terbaik. Ketiga pilar ini hanya bermakna bila saling bersinergi” terangnya.

Lebih lanjut, Hanief juga mengapresiasi langkah strategis Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudarti Deyang yang akan melakukan Pertama, Refocusing penerima manfaat. Kedua, Moratorium pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru. Ketiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar. Keempat, Merealisasikan program makan bergizi gratis (MBG) untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“BGN harus terus berbenah diri guna memastikan program MBG benar-benar menghadirkan makanan bergizi sekaligus sehat dan aman. Anak Indonesia pantas mendapatkan yang terbaik,” pungkasnya. (rel/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *