Medan  

‎Siswa SMAN 4 Medan Antusias Praktik Energi Masa Depan


MEDAN | Antusiasme siswa-siswi SMAN 4 Medan terlihat saat mengikuti praktik teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lantai dua Laboratorium Fisika sekolah, Senin (27/7/2026) siang.

‎Kegiatan yang berlangsung hingga Selasa 28/7/2026) merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara dengan Institut Teknologi PLN (ITPLN) untuk memperkenalkan teknologi energi terbarukan berbasis praktik.

‎Sebelum sesi praktik dimulai, Direktur Training Center Institut Teknologi PLN, Ir Suharto MT, memaparkan peran PLTS sebagai salah satu solusi penyediaan energi bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

‎Menurutnya, pengenalan teknologi energi terbarukan sejak di bangku sekolah menjadi bekal penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi transisi energi menuju target Net Zero Emissions.

‎Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan berbasis teknologi, PT PLN UID Sumatera Utara bersama ITPLN menyerahkan satu paket pembelajaran PLTS berkapasitas 300 watt kepada SMAN 4 Medan.

‎Perangkat panel tersebut tidak hanya sarana praktik, tetapi laboratorium mini yang memungkinkan siswa mempelajari proses konversi energi matahari menjadi energi listrik melalui pendekatan sains dan rekayasa.

‎Dalam sesi praktik, Instruktur PLTS ITPLN, Heri Suyanto ST MT, membagi peserta ke dalam tiga kelompok agar setiap siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung.

‎Mereka diajak memahami cara kerja PLTS, mulai dari panel surya menangkap sinar matahari, mengubahnya menjadi energi listrik, menyimpannya ke dalam baterai, hingga menghasilkan daya listrik sebesar 300 watt.

‎Melalui pembelajaran berbasis praktik, siswa tidak hanya memperdalam konsep fisika, elektronika, dan rekayasa energi tetapi bagaimana teknologi diterapkan untuk menjawab kebutuhan energi yang efisien, bersih, dan berkelanjutan.

‎Selain memperkenalkan teknologi PLTS, Suharto juga menjelaskan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah organik menggunakan budidaya maggot.

‎Menurutnya, teknologi biokonversi mampu mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi, seperti bahan baku lilin aromaterapi dan berbagai produk kreatif lainnya.

‎Ia menegaskan inovasi teknologi tidak hanya berperan dalam pengembangan energi terbarukan, tetapi mendukung pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang kewirausahaan bagi generasi muda.

‎Sementara itu, General Manager PT PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir Salman, menegaskan bahwa energi listrik merupakan fondasi penting bagi pembangunan dan kemajuan bangsa.

‎”Siapa yang menguasai energi, akan memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan,” ujarnya.

‎Menurut Salman, pemahaman terhadap teknologi bukan hanya penting bagi dunia pendidikan, tetapi investasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

‎Karena itu, ia mengajak para pelajar untuk terus mengembangkan pola pikir yang adaptif terhadap kemajuan teknologi serta mempersiapkan diri menghadapi era transisi energi yang kini menjadi agenda global. (OM-09)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *