Puluhan Warga Datangi RSU Porsea Minta Pasien Covid19 Dipindahkan

Situasi puluhan warga mendatangi RSU Porsea Senin (11/5/2020) malam. (orbitdigitaldaily.com/Bernard Tampubolon)

TOBA – Tak terima ada pasien Positif terinfeksi Covid-19 dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Parparean, Kecamatan Porsea, puluhan warga datang menyampaikan protes.

Dalam aksi yang terjadi secara spontan pada Senin (11/5/2020) malam sekitar pukul 21.20 WIB salah seorang warga Parparean yang mengaku bermarga Pardede menyebut mereka datang ke RSUD itu untuk meminta agar pasien warga Desa Paindoan, Balige dipindahkan dari rumah sakit tersebut.

“Kami meminta agar Warga yang Positif Covid -19 tidak ditempatkan (Diisolasi) di rumah sakit Umum Porsea ini, karena menurut kami bahwasanya Rumah Sakit Porsea ini belum mampu menangani masalah Pasien Covid-19,” sebutnya dengan nada tinggi.

Melihat suasana yang semakin panas, tak berselang lama, tepatnya pada pukul 21.30 WIB, personel Polres Toba yang dipimpin langsung Wakapolres, Panjaitan melakukan mediasi terhadap warga dengan pihak Rumah Sakit diwakili Direktur RSU dr. Tommi Siahaan.

Alhasil, beberapa point kesepakatan disetujui diantaranya untuk malam ini Keseluruhan pasien sementara diisolasi secara ketat di RS Porsea. “Permintaan dari masyarakat, maka besok akan dilaksanakan rapat antara pemerintah Toba dan semua pihak terkait,” ungkap salah seorang sumber.

Sementara itu, menurut informasi yang berhasil diperoleh media, adapun 6 warga Desa Paindoan Balige yang menjalai pemeriksaan Covid-19 dan sedang diisolasi itu yakni JS (Pasien Positif Covid19), MS (Ibu dari JS), DS (Ayah dari JS), DDS (Saudari JS), PHS (Saudara JS/masih Balita) dan TM (sepupunya JS).

Reporter: Bernard Tampubolon