Pencarian Korban Tenggelam di Danau Toba Dihentikan

TANAH KARO – Pencarian Imran Butar-butar, warga Kabupaten Simalungun yang tenggelam di perairan Danau Toba tepatnya di lokasi objek wisata Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, dihentikan.

Hal ini dikatakan Muhammad Rizal Rangkuti, ketua tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan kepada orbitdigitaldaily.com, Sabtu (29/08/2020) di Tongging.

Rizal menyebut, sampai saat ini korban belum juga ditemukan. Namun sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) bahwa, jika dalam waktu tujuh hari korban belum juga ditemukan maka pencarian harus dihentikan.

“Operasi SAR sudah kita hentikan. Hari ini kita mulai operasi pencarian pada pukul 07.30 WIB pagi dan kita hentikan di jam 14.00 WIB siang tadi,” kata Rizal.

Menurut Rizal, pencarian korban atas nama Imran Butar-butar telah dilakukan selama tujuh hari, mulai dari tanggal 23 Agustus hingga 29 Agustus 2020. Pencarian dilakukan dengan menyelam dan penyisiran secara zikzak di dalam danau sampai kedalaman 25 meter dan hasilnya nihil.

Selanjutnya, pihaknya hanya akan melakukan pemantauan. Apabila korban terlihat naik ke permukaan atau ada tanda-tanda maupun laporan dari warga, maka tim akan segera kembali ke TKP untuk melakukan evakuasi.

Seperti diketahui, Imran Butar-butar asal Desa Peresmian, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, dikabarkan tenggelam saat berenang di Pemandian Pesanggrahan yang berada di kawasan objek wisata Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, pada Minggu 23 Agustus 2020 lalu.

Awalnya remaja tersebut datang ke lokasi pemandian di Tongging bersama empat orang rekannya, yaitu Ruben Situmeang, Yonnes Sinaga, Yeheskiel Ginting, dan Dikson Sinaga dari Kabupaten Simalungun.

Namun naas, saat sedang asik berenang bersama teman-temannya di pinggiran danau, tiba-tiba Imran terlihat berhenti berenang dan tenggelam tidak sempat terselamatkan.

Reporter : David Kaka