MEDAN I Sekretaris Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Sumut, Hardi Mulyono, kembali menegaskan bahwa tunggu saja nanti saatnya ketika tahap pencalonan gubsu/wagubsu dimulai, Golkar dipastikan tidak akan mengusung Edi Rahmayadi lagi menjadi Cagubsu.
Hal ini ditegaskan Hardi terkait adanya bantahan dari beberapa pengurus Golkar Sumut tentang hal itu.
Hardi mengatakan, Dewan Pertimbangan Golkar sudah sampai pada kesimpulan bahwa mengusung kader sendiri, dalam hal ini kader terbaiknya, yakni Ketua DPD Golkar Sumut Musa Rajekshah, adalah pilihan yang paling tepat.
“Mau pakai alasan apapun itu, sudahlah… bahwa Musa Rajekshah itu saat ini kader terbaik Golkar di Sumut dan sangat layak diusung menjadi Cagubsu mendatang. Atau ada yang merasa lebih baik dari Musa di tubuh Golkar Sumut?”, ujarnya.
“Biarlah saat ini Edi Rahmayadi dan Musa Rajekshah mengurus Pemprovsu sebagai Gubsu dan Wagubsu sampai akhir jabatannya, iya. Itu pasti. Sebab mereka memang saat ini berpasangan. Tapi apakah lantas kemudian mereka pada saatnya nanti tak boleh berpisah? Apalagi jika selama ini dirasakan bahwa Golkar Tak bisa maksimal membangun Sumut karena cuma menjadi Second Man. Saya jadi pengen tahu pula, ayo siapa kader atau pengurus Golkar di Sumut yang berani terang2an menyatakan tidak setuju jika Musa Rajekshah dicalonkan menjadi Cagubsu mendatang,” tantangnya.
Mengenai adanya pernyataan pengurus Golkar bahwa pernyataan Hardi adalah sikap pribadinya dan diluar mekanisme partai Golkar, Hardi sekali lagi menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikannya adalah kesimpulan dari pertemuan Wantim Golkar Sumut beberapa hari lalu. Bahwa kemudian kesimpulan itu masih harus dibawa lagi dalam rapat pengurus Golkar dan menunggu keputusan akhir dari DPP Golkar, Hardi tidak menampiknya.
Namun Hardi haqqul yakin bahwa pada saatnya mekanisme partai yang dimaksud itu akan mengikuti mayoritas keinginan kader dan rakyat Sumut. Saya mendengar dan merasakan bahwa keinginan mayoritas kader adalah Musa Rajekshah pada saatnya jadi Gubsu, tegas Hardi.
Sebagai kader senior dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Wantim Golkar Sumut, Hardi kemudian menghimbau agar saatnya seluruh kader Golkar mulai merapatkan barisan.
“Laksanakan kerja-kerja partai untuk menarik simpati rakyat. Tahun 2024 tidak lama lagi. Pertarungan akan segera dimulai. Kader Golkar yang saat ini dipercaya menjadi anggota DPRD di Sumut dan di daerah kabupaten/kota harus banyak berbuat dan berbicara untuk membela rakyat,” katanya.
“Kalian digaji dan diberi fasilitas enak bukan untuk duduk diam. Bicara lah, bela kepentingan rakyat. Masih banyak rakyat kita di Sumut ini yang hidupnya susah”, ujarnya.
Menjawab pertanyaan apakah kesimpulan pertemuan Wantim Golkar Sumut hanya satu saja yakni akan mengusung kader terbaik Golkar Sumut menjadi Cagubsu, Hardi menambahkan bahwa dalam pertemuan itu juga dibahas tentang kurangnya kepekaan para anggota FPG di DPRD Sumut terhadap musibah-musibah yang dihadapi rakyat di daerah-daerah seperti korban banjir dan sebagainya. Termasuk mayoritas pengurus Golkar Sumut yang masih belum tahu apa yang menjadi tugasnya sebagai pengurus. Wantim Golkar Sumut juga merekomendasikan agar Ketua DPD Golkar Sumut segera melakukan revitalisasi kepengurusan. Agar lebih ramping dan gesit bergerak melaksanakan tugas2 kepartaian. (Red)







