Selain bencana alam, yang sering terjadi di Indonesia adalah kecelakaan transportasi. Saat seperti ini jurnalis juga kita harus siap kapan saja peristiwa memanggil.
“Bagaimana kalau kita meliput di wilayah konflik? Yang pertama adalah safety first, keamanan yang utama,” tegas Adek.
Di kantor berita AFP, katanya, para jurnalis diberikan training khusus untuk meliput ke daerah bermusuhan. Diajarkan P3K, navigasi, menggunakan komunikasi satelit, menangani penculikan dan lain sebagainya.
“Saran saya PFI Medan bikin pelatihan seperti ini bekerjasama dengan pihak lain. Karena secara umum jurnalis ini nekat karena tekanan deadline dan lainnya,” ungkapnya.
Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi mengatakan gelaran diskusi fotografi memang menjadi agenda rutin PFI Medan.
Namun diskusi kali ini lebih spesial karena PFI Medan kedatangan teman diskusi dari Fotografer Perempuan ternama di Indonesia yaitu Adek Berry.
“Siapa yang gak kenal Adek Berry. Fotografer AFP yang sering meliput ke kawasan konflik dan bencana. Di tengah begitu banyaknya fotografer di Indonesia, Adek Berry berhasil membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi fotografer yang hebat,” ujarnya.
Ia berharap dengan diskusi ini para fotografer di Medan bisa terinspirasi dari pengalaman dengan Adek Berry dan bisa termotivasi untuk terus berkarya di di dunia fotografi.
Kabag Humas Pemko Medan, Ridho Nasution mengatakan diskusi ini sangat bermanfaat. Khususnya bagi dirinya yang baru memulai belajar tentang fotografi.
“Saya menyesal karena tidak konsen mendokumentasikan kisah lewat foto. Karena ternyata foto itu pendidikan. Saya tidak suka foto dan sekarang saya menyesal,” kata Ridho.
Oleh karena itu, tambahnya, ia sangat mengapresiasi kawan-kawan yang menggemari dunia fotografi khususnya PFI Medan dan FJP Sumut yang menggelar diskusi fotografi ini.
Selain diskusi, dilakukan pula sosialisasi buku berjudul Mata Lensa karya Adek Berry pada kegiatan ini.
Acara ini didukung oleh FJP Sumut, PT Toba Pulp Lestari, XL Axiata, Garuda Hotel, Garuda Food, Noerlen, dan lain sebagainya. OD-03/ril







