Medan  

Akhyar Hadiri Sosialisasi Pembangunan Percontohan Tangki Septik Kedap dan Sumur Resapan

“Pembuatan Sumur Resapan sebenarnya sangat sederhana, yakni dimulai dengan cara bagaimana menginfiltrasi air hujan kedalam bumi. Tentu hal ini dapat kita lakukan dengan tidak mengecor semen halaman dan dapat diganti dengan conblok sehingga air dapat meresap ke dalam tanah. Artinya jika kita serius untuk Sumur Resapan dapat melakukan hal yang paling sederhana,” kata Akhyar.

Sementara itu, Ketua LPPM USU Prof Tulus mengatakan kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut implementasi dalam penjagaan air untuk warga Kota Medan. Program Sosialisasi Pencanangan dan Pengoperasian Sumur Resapan dan Tangki Septik Kedap ini merupakan implementasi gagasan yang digelar USAID IUWASH Plus sebagai upaya pelaksanaan konservasi air dan sanitasi.

“Seharusnya sumur resapan dan tangki septik ini harus ada di setiap rumah-rumah yang ada. Maka dari itu, kita bekerjasama dengan Pemko Medan dalam pengalokasian air hujan ini. Terselenggaranya kegiatan ini karena kebutuhan air di Kota Medan ini belum tercukupi. Sehingga dengan adanya sumur resapan ini, diharapkan kebutuhan air masyarakat Kota Medan dapat terpenuhi,” kata Prof Tulus.

Selain itu, Ketua BMPS Kota Medan Muhammad Arif SE mengaku pihaknya sangat antusias terhadap program kerjasama ini. Tentunya melalui program ini dapat meningkatkan akses air minum dan layanan sanitasi serta perbaikan perilaku hygiene bagi siswa, guru dan orang tua siswa serta masyarakat di sekitar sekolah swasta berdomisili.