“Ini adalah dana publik yang sudah dipakai, semoga masyarakat terhibur dan prestasinya juga sebanding dengan dana yang sudah dihabiskan,” ujarnya.
Namun,Bupati Akmal menyadari bahwa, imbas Covid-19 yang melanda dunia memang membuat semua orang mengeluh. Pertanian mengeluh tak cukup dana, PU juga, kesehatan, pesantren dan pendidikan juga sama.
“Semua mengeluh. Apa boleh buat kita memang lagi krisis berat. Juga Mohon pengertiannya. Jangan yang satu sektor merasa harus diperioritaskan, sedangkan yang lain boleh ditinggalkan. Mari hadapi bersama-sama, semoga krisis akibat pandemi Covid-19 ini cepat berlalu,” tutupnya.
Sementara dalam data Rencana Anggaran Biaya (RAB) KONI Abdya tahun 2021 tertera rincian kemana anggaran ini digunakan. Diperuntukan untuk bidang kesekretariatan sebanyak Rp 57,5 juta, biaya konsumsi Rp 1 juta, biaya perjalanan dinas Rp 50 juta dan biaya publikasi media masa Rp 3,5 juta.
Kemudia sebanyak Rp 25 juta digunakan untuk atlet Abdya mengikuti even daerah dan nasional, biaya rapat kerja KONI tahun 2021 Rp 25 juta, anggaran untuk bantuan 20 Cabang Olahraga (Cabor) Rp 300 juta, pembinaan olahraga masyarakat Rp 50 juta.
Lebih lanjut,Akmal,juga menuturkan bahwa untuk biaya honorarium pengurus digunakan sebesar Rp 285 juta. Rincianya, untuk honor Ketua Umum Rp 30 juta, ketua harian, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum Rp 54 juta, pengurus harian dan para ketua bidang sebanyak 23 orang Rp 138 juta, honor staf sekretariat tiga orang Rp 36 juta, honor pembuatan laporan Rp 3 juta dan dana bantuan operasional ketua umum Rp 24 juta.demikian terangnya.
Reporter : Nazli







