MEDAN | Suasana di Komplek Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, berubah mencekam setelah ledakan dahsyat menghancurkan sebuah rumah mewah, Senin (20/7/2026) sore.
Dentuman keras yang terdengar hingga beberapa ratus meter itu memicu kepanikan warga hingga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri masing-masing. Sejumlah mobil yang terpakir disekitar lokasi ledakan turut remuk.
Rumah bertingkat dua dengan konstruksi semi rangka baja berat bernomor 3B yang diduga menjadi pusat ledakan luluh lantak. Kuatnya daya ledak juga menghantam bangunan di sekitarnya, termasuk rumah di Blok 1F, 1G, 2A, dan 2B yang mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.
Tak lama setelah insiden, tim gabungan Polda Sumut bersama Polrestabes Medan, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, BPBD, Basarnas, tenaga medis, serta warga untuk proses evakuasi korban di tengah tumpukan puing bangunan.
Untuk mempercepat proses penyelamatan, petugas mengerahkan dua unit ekskavator dan sebuah crane guna menyingkirkan material beton, baja, serta reruntuhan bangunan yang menutupi area yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun.
Proses evakuasi berlangsung dramatis sejak Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga Selasa dini hari. Namun, upaya pencarian belum membuahkan hasil maksimal karena kondisi bangunan yang runtuh masih labil dan berpotensi membahayakan keselamatan petugas. Karena itu, setiap material harus dipindahkan secara bertahap dengan mengedepankan prosedur keselamatan.
Sejumlah warga tampak menyaksikan proses evakuasi dari balik garis polisi yang dipasang di sekitar lokasi kejadian, sementara petugas terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Berdasarkan hasil investigasi awal, ledakan diduga dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah. Selain menghancurkan rumah yang menjadi pusat ledakan, gelombang kejut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah di sekitarnya.
Beberapa bangunan mengalami plafon ambruk, kaca jendela pecah, dinding retak, hingga kerusakan pada bagian teras depan rumah.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara terdapat enam orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Seorang pria berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan seorang balita mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Medan.
”Penyebab pasti ledakan masih terus didalami melalui penyelidikan untuk memastikan sumber ledakan dan seluruh faktor yang memicu terjadinya peristiwa ini,” kata Jean kepada wartawan.
Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti guna mengungkap penyebab pasti ledakan yang menggemparkan kawasan permukiman elite tersebut. (OM-09)







