MEDAN | Menyambut Liburan Hari Natal dan Tahun Baru 2025- 2026, sejumlah loket angkutan kota antar provinsi di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Medan diramaikan calon penumpang arah tujuan Kabupaten Tapanuli Utara.
Namun lain hal di Terminal Tipe A Amplas suasana terminal di H – 2 suasana tidak terlihat ramai, Selasa (23/12/2025) siang.
Dari amatan di lokasi tidak terlihat lonjakan arus mudik penumpang. Para pemudik yang ingin menghabiskan masa liburan Natal dan Tahun baru relatif stabil.
“Saya mau pulang kampung ke Pematang Siantar sekalian Natalan dan Tahun Baru. Sementara untuk harga tiket biasa, namanya hari besar pasti ada kenaikan,” ungkap Icha salah seorang calon penumpang tujuan Siantar
Sedangkan Dea warga Siantar mengatakan hal yang sama. Mau mudik ke Siantar untuk menghabiskan liburan Nataru di kampungnya dengan menaiki mobil Bus Sejahtera
Kepala Terminal Tipe A Amplas Eben Nezer mengungkapkan situasi Terminal Amplas dalam menyambut Nataru 2025-2026 di H – 3 peningkatan penumpang pada tahun ini mencapai sekitar 5.756 orang dengan armada bus sekitar 398 unit, ucapnya.
Saat ini rata rata perhari penumpang berjumlah berkisar 1150 orang, dengan kendaraan yang diberangkatkan sekitar 78 unit perhari. Untuk arus puncak Nataru 2025-2026 diperkirakan pada hari Rabu (24/12/2025)
“Sedangkan persentase peningkatan penumpang arus mudik dibandingkan tahun lalu sedikit berkurang. Kemungkinan karena saat ini kita ketahui dalam keadaan bencana berpengaruh ke angkutan. Jadi perbandingannya menurun sekitar 54, 47% dan untuk bus juga mengalami penurunan sekitar 53,60 %”. jelas Eben.
Ia juga mengatakan Penurunan penumpang diperkirakan kerena bencana yang terjadi di Sumatera Utara daerah Tapanuli Tengah Sibolga.
“Pengguna transportasi menurun karena situasi masih dalam bencana. Tujuan favorit penumpang saat ini Pekan Baru, jambi dan padang sedangkan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) tujuan Tarutung, Siantar dan Batubara. Seperti tahun sebelumnya pemerintah kota Medan melakukan program mudik Gratis. Namun pada tahun 2025-2026 ditiadakan, anggaran tersebut dialihkan ke Bencana,” pungkasnya. (OM/011)







