“Kita berterimakasih kepada Kejatisu yang sudah melakukan vaksinasi bagi pelajar, ini akan membantu proses percepatan vaksinasi di Kota Medan sekaligus menyahuti perintah Pemerintah Pusat dalam mempercepat vaksinasi bagi pelajar agar pembelajaran secara tatap muka dapat segera berlangsung dan kita dapat hidup berdampingan dengan covid-19,” kata Aulia Rachman.
Dikatakan Aulia Rachman lagi, untuk memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jumlah pelajar yang harus divaksin harus diatas 20%. Oleh sebab itu langkah-langkah dalam percepatan vaksinasi bagi pelajar yang ditetapkan oleh Pemerintah dianggap sangat penting karena Aulia Rachman beranggapan sejak pandemi covid-19 melanda, pondasi pendidikan anak bangsa menjadi merosot.
“Pemerintah Pusat telah memerintahkan kepada setiap daerah untuk berkolaborasi dengan seluruh forkopimda guna melakukan vaksinasi massal bagi pelajar, oleh sebab itu kami Pemko Medan terus berupaya mengambil langkah-langkah mempercepat vaksinasi bagi pelajar agar PTM dapat berlangsung, dan kami juga telah menyiapkan formula sistem pembelajaran yang akan diterapkan disekolah nantinya,”jelasnya.
Sementara itu Kajatisu, IBN Wiswantanu mengatakan kegiatan vaksinasi ini diselenggarakan oleh Kejatisu dibantu Pemprovsu dan Pemko Medan khusus dalam melakukan vaksinasi bagi pelajar. Adapun jumlah pelajar yang divaksin sebanyak 3500 siswa yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, SMK dan Pesantren.
“Kita ingin agar anak-anak kita yang akan memasuki masa pembelajaran tatap muka sudah memiliki imunitas, “sebutnya.cr-03







