Balita Penderita Leukemia Butuh Uluran Tangan Dermawan

Heriansyah Abadi bersama istrinya Lia Pratiwi yang mengedong Rafisqy Evano Abadi saat berada di salah satu Rumah Sakit di Kota Binjai. (Foto/Ist)

Sedangkan Lia Pratiwi istrinya, hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Saat ini kondisi Rafisqy semakin memperhatikan. Tubuh mungilnya setiap hari kesakitan. Bahkan saat diangkat untuk dimandikan saja, Rafisqy merintih.

Matanya yang sayup mengeluarkan air mata, diiringi tangisan kecil dari bibirnya. Sebagai ungkapan rasa sakit luarbiasa yang dirasanya.

“Anak kami selalu berbaring, jika tubuhnya tersentuh langsung kesakitan. Apalagi saat harus dimandikan, meski pelan pelan mengangkatnya dia tetap saja kesakitan,” ujar Heri, Kamis (21/4/2022).

“Sebagai orang tua hati kami sangat tersayat melihatnya. Namun karena kami yakin ini adalah takdir Allah SWT, kami tetap sabar dan ikhlas menjalaninya,” piluhnya.

Sedihnya lagi, kata Heri, saat melihat anaknya bangun tidur di pagi hari. Mulutnya selalu dipenuhi darah segar.

“Hampir setiap pagi istri saya membersihkan mulut anak kami, yang penuh dengan darah,” ungkapnya sedih.

Heri mengakui saat ini biaya yang dikeluarkan untuk mengobati anaknya sudah menghabiskan puluhan juta. Ia berupaya menyembuhkan anaknya dengan pengobatan alternatif dan medis dirumah sakit.

“Biayanya sudah Rp30 juta lebih, untuk berobat kesana kemari. Namun anak kami juga belum sembuh, jadi masih banyak biaya yang masih harus dikeluarkan kedepannya,” katanya.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari para dermawan,” tuturnya.