Hasil dari pemeriksaan medis, HB hanya 2. Sehingga langsung ditransfusi darah sebanyak 2 Bag oleh pihak rumah sakit.
“Setelah dua hari dirawat HB menjadi 9, dan dibolehin pulang. Kami dikenakan biaya Rp2 juta karena pasien umum,” sebutnya.
Setelahnya, Rafisqy kembali ngedrop HB 3, dan kembali dibawah ke RS lainnya yang masih berada di Kota Binjai pada 8 Januari 2022, untuk transfusi darah dan perawatan.
“Kali ini kami sebagai pasien BPJS. Tapi karena perawatan kurang memuaskan, kami minta pulang pada 9 Januari 2022,” ungkapnya.
Tidak lama pada 13 Januari 2022, kondisi Rafisqy semakin parah. Kembali membawanya ke RS di Langkat untuk transfusi darah. Melihat kondisi Rafisqy HB nya hanya 1, pihak RS memutuskan harus rawat inap.
“Kali ini kami kembali sebagai pasien umum. Anak kami dirawat selama 4 hari di ruang ICU, menelan biaya Rp14 juta,” terangnya.
Lalu pada 30 Februari 2022, Rafisqy kembali melemah membutuhkan transfusi darah lagi sebab HB nya tinggal 2. Dibawah ke RS di Binjai.
“Kembali pakai BPJS. Anak kami dirawat lima hari, dikenakan biaya Rp1 juta untuk pembelian darah dan pindah ke ruangan kelas 2 di RS tersebut,” sebutnya.
“Setiap transfusi darah menghabiskan 2 kantong, perkantongnya 250 cc,” cetusnya menambahkan.
Untuk jalur pengobatan alternatif, Heri mengaku sudah mengeluarkan biaya pengobatan Rp15 juta.
“Itulah paparan biayanya, belum termasuk oprasional kesana kemarinya. Semoga dengan pemberitaan ini, ada dermawan yang terketuk hatinya membantu kesusahan kami,” harapnya.
Reporter : Susanto







