Balita Penderita Leukemia Butuh Uluran Tangan Dermawan

Heriansyah Abadi bersama istrinya Lia Pratiwi yang mengedong Rafisqy Evano Abadi saat berada di salah satu Rumah Sakit di Kota Binjai. (Foto/Ist)

Biaya pengobatan selama ini, ia dapatkan selain dari simpanan pribadi dari bantuan saudara, jiran tetangga, rekan kerja, pimpinan ditempat kerja serta berhutang kesana kemari.

“Kesana kemari nyari biayanya (hutang) kami, jadi sekarang banyak hutang. Tapi saya ya tidak mengapa asal anak bisa sembuh. Ada juga bantuan saudara dan teman,” ungkapnya.

Saat ini, sambung Heri, anaknya tengah dirawat inap di Rumah Sakit (RS) di Kota Binjai mulai 17 April 2022. Sebab memerlukan transfusi darah karena hasil pemeriksaan HB (hemoglobin) hanya 3.

“Di RS ini alhamdulillah tidak dikenakan biaya karena menggunakan BPJS,” sebutnya.

Awal Rafisqy Mengidap Leukemia

Selanjutnya Heri mengkisahkan awal buah hatinya mengidap leukemia.

Pada usia nol (0) sampai 1,5 tahun gejala apa pun belum timbul, masih normal seperti anak diusianya. Diusia itu sempat belajar berjalan.

Lalu diusia 2 tahun sudah bisa berjalan sendiri. Namun tidak terlalu, karena setelahnya Rafisqy tidak lagi mau berdiri.

Setelah tidak mau lagi berjalan, bibirnya terlihat pucat dan bagian tubuh lainnya kebiruan seperti memar.

Dihari – hari berikutnya, Rafisqy sering mengalami sesak nafas dan tubuhnya semakin hari semakin lemah.

“Saat itulah kami membawahnya ke salah satu RS di Kota Binjai, tepatnya pada awal Desember 2021,” ungkap Heri.