
Bane Raja Manalu juga mengingatkan, menjaga integritas adalah salah satu kunci meraih mimpi dan kesuksesan. Integritas itu adalah menjalankan apa yang diucapkan dan integritas akan membawa orang ke level yang lebih tinggi.
“Kamu boleh tinggal di kampung. Jauh dari Ibu Kota. Yang pasti cara berpikir tidak kampungan. Orang kampung bisa sukses. Cara berpikir yang membuat kita maju,” ungkap Komisaris Waskita Realty ini serius.
Disi lain Bane berharap, semua sekolah memiliki bahan bacaan yang cukup untuk para siswa-siswinya. Membaca adalah bagian dari mendukung cita-cita generasi bangsa.
“Saya anak bungsu dari enam bersaudara. Orangtua saya petani. Tidak ada uangnya untuk beli mainan atau buku bacaan anak-anak. Makanya saya dulu masih sekolah bacaannya majalah Tempo. Makanya kosa kata yang saya punya lebih banyak daripada anak-anak seusia saya saat itu,” kata Bane seolah mengingatkan masa kecilnya.
Selain mendorong para pelajar untuk rajin membaca, Bane juga mendorong mereka untuk pandai bergaul dan membangun jejaring lingkungan yang mendukung dalam usaha meraih mimpi.
“Kalau mau kuliah nanti sesuaikan dengan kemampuan. Jangan pernah kau bohongi diri sendiri. Tetaplah tempuh pendidikan yang tinggi untuk menggapai mimpimu yang tinggi,” pungkasnya.
Pendiri Yayasan Bane Bergerak (BAGAK) ini mengaku bangga bahwa SMA Negeri 1 Kabanjahe merupakan salah satu sekolah penggerak.
Atas referensi itu Bane menyumbangkan 200 buku bacaan kepada SMA Negeri 1 Kabanjahe. Diharapkan buku tersebut nantinya akan menjadi bacaan motivasi bagi para pelajar untuk menjadi orang sukses.
Kepala SMA Negeri 1 Kabanjahe, Edyanto Bangun MSi, merasa sangat bangga dan mengucapkan terimakasih kepada Staf Khusus Menkum HAM, Bane Raja Manalu yang telah Memilih SMA Negeri 1 Kabanjahe sebagai tempat memberikan motivasi kepada pelajar. (Red)







