Kata Bobby, target warga yang harus Isoter di Soechi adalah warga yang positif Covid-19 namun tak merasakan gejala alias OTG. Nah, OTG ini diyakini banyak menyebarkan virus sebab dia merasa sehat.
“Kalau isolasi di rumah mudah bosan, dua tiga hari keliaran lagi. Jadi bahaya. Lebih baik gunakan fasilitas Isoter di Soechi ini agar lebih teratur dan efektif mencegah penyebaran,” kata Bobby melanjutkan.
Di Soechi itu, pihak Pemko Medan telah menggandeng Manajemen RS Royal Prima untuk bertugas merawat warga yang Isoter.
Tim medis dari RS Royal Prima itu akan berugas tiga shift per hari. “Dan Nakes juga cukup selain fasilitas yang juga memadai. Stok oksigen juga cukup, obat-obatan, vitamin hingga fasilitas untuk masyarakat seperti ruang fitnes atau olahraga hingga tempat berjemur,” lanjut Bobby didamping Direktur RS Royal Prima, Kapolrestabes Medan dan Dandim.
dr Winaldi, penanggung jawab Isoter di Soechi menjelaskan sesuai dengan arahan wali kota, fasilitas di sana harus bisa benar-benar maksimal dimanfaatkan masyarakat.
“Fasilitas olahraga ada, berjemur, kamar yang bagus, nakes juga siap sedia. Intinya kami akan membantu masyarakat yang datang untuk mendapatkan info dengan baik dan penanganan yang baik. Bahkan yang datang dalam kondisi darurat juga sudah kita antisipasi dan akan tetap dilayani,” kata dr Winaldi.
Sementara Kadis Kesehatan Kota Medan Syamsul Arifin, mengatakan sementara ini fasilitas Isoter di Eks Hotel Soechi diutamakan untuk masyarakat Kota Medan.cr-03







