Namun, hingga saat ini tempat latihan tersebut belum bisa digunakan secara optimal oleh negara peserta. Salah satu kendalanya adalah adanya kegiatan kompetisi internal yang masih dilakukan. Kondisi ini dinilai krusial karena mengganggu privasi tim nasional negara luar yang membutuhkan sterilisasi area saat latihan taktik.
“Tempat latihan ini kan krusial, tidak boleh dilihat (sembarangan). Nanti negara-negara lain latihan tekniknya kecuri. Karena fasilitas pendukung seperti tempat penonton, akses tribun, kamar mandi, dan segala macam belum mendukung 100 persen, PSSI mengambil langkah ini untuk menjaga nama baik kita juga,” tambah Bobby.
Meski fasilitas penunjang bagi penonton belum sepenuhnya siap, Bobby memastikan bahwa aspek teknis di dalam lapangan utama sudah berada dalam kondisi prima dan siap pakai.
“Kalau dijadikan tempat pertandingan, karena melihat akses tribun tadi, tetap bisa dilakukan karena lapangannya oke, sound system-nya oke, lighting oke, dan layarnya hidup semua. Bisa dilakukan, tapi kemungkinan tanpa penonton,” jelasnya.
Menyikapi situasi ini, Pemda Sumut menyatakan akan menghormati dan mendukung penuh segala keputusan yang diterbitkan oleh PSSI demi kenyamanan tim-tim tamu dari negara tetangga.
“Hari ini keputusannya dari PSSI. Tentu kami tetap support apa pun keputusan dari PSSI karena ini bukan untuk gaya-gayaan, melainkan untuk menjaga tamunya dari negara-negara tetangga,” pungkas Bobby. (Rel/OM/011)







