ABDYA | Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Diklat Peningkatan Kapasitas Pengelolaan dana BOSP sekaligus tata cara penggunaan Aplikasi ARKAS pada tingkat Satuan Pendidikan SMA/SMK se-kabupaten setempat, Sabtu (30/8/2025).
Pantauan awak media, acara tersebut dilaksanakan selama empat hari, 27 sampai 30 Agustus 2025.di Aula Rapat Cabdin yang dibuka langsung oleh Kacabdin Drs. Nasrun.MM. Ikut hadir pengawas sekolah, narasumber lingkup Cabdin, KP2KP dan KPP, Perwakilan Inspektorat Aceh dan para peserta merupakan kepala sekolah, bendahara BOSP dan operator.
Ketua panitia Rismalianti A Md melalui Edi Safawi S Hum, selaku pembantu PPTK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat Daya dalam laporannya mengatakan, berterima kasih dan penghargaan kepada para kepala SMA/SMK bendahara bos dan operator yang telah hadir mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan(BOSP).
“Semoga dengan adanya pelatihan ini memberikan pengetahuan dan pencerahan tentang penatausahaan dan pengelolaan serta penggunaan dana BOSP dengan baik benar. sesuai juknis yang sudah di tetapkan”,ujarnya.
Sementara itu, Hamam selaku pemateri dari Inspektorat Aceh memaparkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada peserta dalam menyusun pertanggung jawaban terkait pengelolaan anggaran yang benar.
Dengan demikian, kedepan anggaran BOSP yang di serahkan kesetiap sekolah dapat dikelola secara detail, transparan dan akuntabel.
“Dengan adanya bimbingan ini semua sekolah mampu membuat pertanggung jawaban yang lengkap, pertangung jawaban anggaran ini wajib disuaun dengan menyertai data dan bukti sesuai juknis” katanya.
Selain itu, Hamam menambahkan, peserta Diklat juga akan dibekali dengan beberapa materi yakni, praktek pengisian Arkas,
Audit dan monitoring dana BOSP, manejemen resiko & mitigasi temuan audit,manejemen dan mekanisme pajak serta etika dan integritas pengelolaan dana BOSP.sambungnya.
Materi ini akan memberikan pemahaman kepada 21 kepala sekolah selaku peserta untuk mengenali dan memahami indikasi korupsi.
“Jangan sampai terbiasa dengan sistem pengelolaan yang lama yang sebenarnya salah, jadi kami akan menjelaskan secara rinci terkait indikasi korupsi” katanya.
“Mudah mudahan peserta kita dapat memahaminya dengan baik”,demikian ungkapnya. (Nazli)







