MEDAN | Red Dot Photo Gallery, Medan-Singapore & Tourism Exhibition, yang di support oleh The Singapore Consulate General in Medan yang dilaksanakan di Gedung Uniland Plaza Kota Medan, Sumatera Utara. Jum’at (26/6/2026)
Kegiatan ini dimulai dari tanggal 19-30 Juni 2026, adapun event Highlight dari tanggal 19 yakni Artist Walk & Gallery Tour, tanggal 20 Juni Profesional Photography Workshop dan Juni 22-30 acara Student Outreach Program.
Untuk karya fotografi tersebut, diabadikan oleh fotografer Matthew Lam dan Jimi Lam ialah pasangan ayah dan anak yang telah membuat esai foto untuk ‘Burn Magazine’, sebuah majalah yang mendapat banyak pujian di Amerika Serikat.
Mereka telah menerbitkan tiga buku foto melalui ‘Burn’, yaitu ‘The Red Dot’, ‘Chasing Mice’, dan ‘Birds of the Father’, Matthew pernah meraih penghargaan Leica Mastershot dan UNESCO Photography Prize.
Terlihat sejumlah pengunjung sangat antusias melihat sebuah hasil karya fotografi tersebut, yang diciptakan oleh dua orang fotografer asal negeri tetangga Singapore. mereka mengelilingi lokasi pameran melihat dan membaca agar memahami maksud dari Foto-foto tersebut.
Pernyataan seniman atau Fotografer “Sebuah Kesaksian Akan Ketahanan dan Harmoni”
“Bagaimana sebuah batu karang yang ditinggalkan, yang pernah dikuasai bajak laut dan ambisi kolonial, bisa menjelma menjadi mercusuar kesuksesan dunia?”
Pameran ini menghormati masyarakat imigran yang bersemangat, yang bangkit dari pelabuhan-pelabuhan lembab dan ramai, pada abad ke-19 hingga menjadi metropolis berpenghasilan tinggi yang menjulang tinggi hari ini.
Masuklah ke dalam kenangan kolektif kami dan rasakan denyut nadi pulau ini. Melalui foto-foto ini ada hampir bisa irama suara-suara China, Melayu, Tamil dan Inggris yang saling bersahutan memenuhi udara. Dan dapat menyaksikan kontras antara ritual budaya kuno yang berlangsung di bawah bayangan pencakar langit modern. Rasakan warisan bersama yang lahir dari berabad-abad perdagangan dan sentuh benang tak terlihat dari ikrar Nasional yang diucapkan anak-anak sekolah setiap pagi, sebuah janji harian akan persatuan, keadilan dan kesatuan.
Pengunjung, Fortina, mengatakan foto-foto dipameran ini bagus-bagus dan menarik, ini gambar-gambarnya tentang sejarah dan tentang budaya.
“Buat teman-teman yang ingin kesini, silahkan datang kesini, foto-foto yang menarik ini bang tentang skateboard, dan tau kecara pameran ini dari Tik Tok dan Instagram bang. Gambarnya colorfull gitu si berwarna disetiap gambarnya kan dibuat deskripsi, jadi kita ngerti maksud fotonya apa gitu,”ucapnya.
Pengunjung, Tya, menyampaikan sangat berkesan, karena melihat dari gambar-gambar fotografi yang disajikan dapat melihat makna dari kehidupan.
“Kita bisa melihat makna dari gambarnya dan bahkan dari wajah objek yang diambil oleh fotografer, kita jadi tau apa hasil dari foto Tersebut. Saya melihat ada sebuah foto ibu-ibu dengan burung nah saya lihat seberapa dekat burung tersebut, menurut saya itu sangat keren sekali karena bisa ditangkap oleh fotografernya” pungkasnya. (OM/11)







