Medan  

Dengan Semangat Inovasi, Pemuda Masjid Nurussalam 2020-2023 Dikukuhkan

Pengurus BKM Pemuda Masjid Nurussalam (PMN) periode 2020-2023, Sabtu (22/8/2020). (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

 MEDAN – Di era modern saat ini, masjid merupakan wadah inkubator Indonesia dalam melahirkan pemuda Islam yang kreatif dan inovatif.

Dengan semangat itu, sejumlah pemuda yang berdomisili di seputaran Jalan Stela I/Komplek Kayu Raja, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Tuntungan resmi membentuk Pemuda Masjid Nurussalam (PMN) yang dikukuhkan Sabtu (22/8/2020) kemarin.

Pengukuhan itu bersamaan dengan berlangsung peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah.

Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nurussalam, Irawadi Lubis, mengatakan, pemuda muslim memiliki potensi besar yang harus dikembangkan dalam berbagai bidang.

“Pemuda adalah generasi cerdas yang berkontribusi positif demi kemajuan bangsa. Dengan Semangat ukhuwah Ismaiyah, para pemuda dapat meningkatkan inisatif, kreativitas, inovasi dan daya saingnya di tengah kemajuan jaman,” ungkap Irawadi Selasa (25/8/2020).

Irawadi berharap dan mengimbau kedepannya PMN dapat benar-benar menunjukkan jati diri sebagai pemuda-pemuda Islam yang berkontribusi.

“Sebelum dibentuk, saya sudah ingatkan kepada anak-anak kita ini agar mereka tak sekedar berwadah. Namun juga dapat menciptakan inovasi dan berkontribusi demi kemakmuran masjid bahkan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya,” paparnya.

Di masa sekarang ini di Indonesia, pemuda merupakan garda terdepan perkembangan jaman.

“Pemuda Islam harus bisa melawan segala jenis tantangan ke depan. Tentu dengan menanamkan nilai-nilai keislaman di dirinya. Karena tidak ada gunananya kesuksesan tanpa keimanan kepada Allah, itu namanya omongkosong,” tutur Irwadi.

“Kuatkan ukuwah Islamiyah untuk membangun peradaban Islam yang rahmatan lil alamin. Konsolidasi keumatan harus diperkuat, demi kembalinya kekuatan perdababan Islam semasa Rasulullah. Itu semuanya dimulai dari masjid,” pungkas Irawadi.

Untuk diketahui, susunan pengurus PMN dengan masa periode 2020-2023 diketuai Saifullah Fakhreza Shah, dengan wakil ketuanya Nasyer Arief Harahap.

Sementara itu Sekretaris PMN dipercayakan kepada Icha Monica Sundari bersama wakilnya Riesky Aulia. Untuk Bendahara PMN ada nama Syahriza Hudaya Lubis dengan wakilnya Shahnaz Fitri Humaira.

Selanjutnya Kepala Bidang Dakwah dan PHBI PMN dipimpin Muflih Syauqi bersama anggotanya Khairal Sani, Indra Prana, Nazwa Nasution dan Nurhafizah Dilla.

Kepala Bidang Humas dan Kesekretariatan ada Rizky Aulia Lubis dan anggotanya Indri Junita Ritonga, Ikhwan Lubis, Almayra Ramadhani Pramasto, Fahmi dan Dinda Utami.  

Kemudian untuk Bidang Dana dan Usaha dipimpin Dinda Bestari Ketaren bersama anggotanya Tabriz Patin Arpan Batubara, Intan Zahra, Khairunnisa, Fahri dan Gilang Putra Syahri Lubis.

Untuk Kepala Bidang Kegiatan Kreatif dan Olahraga ada Rahmad Habibi Nasution dengan sejumlah anggotanya Tengku Eldryanda, Ilham Dwi Ramadhan, Nabila Syifa dan Tengku Amelia.

Terakhir posisi Komanda Brigade Pemuda Masjid dipegang oleh Rizky Ananda Maulana.  

Sementara itu, Ustadz Faisal Akmal Sinaga, MA dalam ceramahnya mengatakan, peringatan Muharram diprakarsai Umar Bin Khatab yang diambil dari Hijrah Rasulullah dari Kota Makkah ke Kota Madinah. 

“Pertanyaannya kenapa Madinah, karen kota ini dulunya merupakan pusat perdagangan. Dari segala penjuru datang sehingga Rasul memilih itu untuk meringankan beban dakwah,”sebutnya kemarin. 

“Jadi Rasulullah tidak perlu datang ke tiap-tiap kota, cukup ke Madinah. Sehingga penyebaran dakwah dari masjid itu bisa menyebar ketika para pedagang itu pulang ke kotanya masing-masing,” tuturnya.

Kedua, alasan hijrah Rasulullah saat itu karena umat Islam sudah terancam keberadaannya.

“Hikmah yang bisa diambil dari kisah Rasulullah saat ini kita, pemuda harus bisa hijrah dari yang tak baik ke yang baik, dan dari yang baik ke lebih baik. Pertama, apa yang harus dihijrahkan, aqidah,” tegas Faisal.

Ia berpesan khususnya kepada pengurus PMN yang baru dikukuhkan untuk berhijrah dengan perilaku-perilaku kekinian yang merusak aqidah Islam.

“Tinggalkan tradisi-tradisi yang tidak sesuai dengan aqidah Islam, kemudian tingkatkan ibadah. Jangan ikuti budaya yang bukan dari Islam. Kareja inilah yang menghancurkan islam dengan cara perang pemikiran,” terangnya. 

“Di momentum 1442 H ini, umat Islam harus benar-benar berhijrah dari hal-hal yang tidak baik dan merusak aqidah Islam kita,” pungkas Ustadz Faisal. (Diva Suwanda)