MEDAN | Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Medan (DPC GMNI Medan) melakukan aksi demo Kantor Pertamina Regional Sumbagut di Jalan Yos Sudarso Kota Medan, sebagai bentuk respon akan naiknya BBM bersubsidi.
Ketua DPC GMNI Medan Andreas Silalahi menyatakan bahwa aksi kali ini ditujukan dalam rangka menyoroti kenaikan BBM subsidi serta penyaluruan subsidi yang tidak tepat sasaran diakibatkan mafia rente dan orang-orang kaya yang tidak punya moral.
Menurut Andreas, pendistribusian yang tidak tepat sasaran inilah yang membuat rakyat kecil sengsara, dimana pasokan BBM di lapangan menjadi langka dan antrean di SPBU semakin panjang.
“Tidak tepatnya pendistribusian BBM Subsidi kepada Rumah Tangga (RT) kurang mampu, maraknya perburuan rente BBM bersubsidi dan orang-orang kaya tidak bermoral adalah bukti bahwa Pemerintah harus mengevaluasi jajaran di bawahnya, baik dari hilir maupun yang ditugaskan untuk mendistribusikan,” tutur Andreas
GMNI Medan menyelenggarakan aksi di depan Kantor Pertamina Sumbagut sebagai bentuk protes subsidi BBM tidak tepat sasaran selama ini, karena BBM bersubsidi dinikmati oleh yang mereka yang tidak berhak.
Menurut Andreas, pembenahan dalam hal ini aturan main harus dilakukan Perpres No.191 Tahun 2014 harus lebih mendetail lagi mengatur jenis kendaraan bermotor yang dapat menerima subsidi, kalau tidak ada landasan Hukum yang berlaku sama saja sifatnya himbauan yang dapat dilanggar sama seperti aplikasi MyPertamina.
Andreas juga menyoroti kinerja daripada Kementerian BUMN yang berwenang untuk mengawasi kinerja dari PT.Pertamina, adanya indikasi permainan di SPBU yang menyebabkan BBM subsidi langka dan banyak dinikmati oleh masyarakat mampu, menjadi catatan bahwa kinerja Menteri BUMN buruk, sebut Andreas.
Rel







