DP3AKB Sumut Tekankan Waspada TPKS Bagi Driver Ojol Perempuan

MEDAN | Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti, S.S., M.Si, menghadiri kegiatan Kolaborasi Edukasi Sex Violence di Auditorium Rumah Sakit Regina Maris Medan, Jum’at(19/12/25).

Menurut informasi yang diterima Orbitdigital, kegiatan yang di gelar khusus bersama para perempuan mitra driver Grab itu, bertujuan untuk peningkatan pemahaman dan kewaspadaan terhadap Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Namun, ia tidak hanya sekedar berhadir diacara, mantan Kadis Perpustakaan dan Arsip Pemrovsu itu juga dijadikan sebagai narasumber utama dalam kegiatan yang di selenggarakan Grab Indonesia tersebut.

Diawal sambutan nya, Kadis DP3AKB itu menyampaikan apresiasi nya kepada Grab Indonesia dalam upaya perlindungan mitra driver, khusus nya perempuan.

Dwi menekankan, pentingnya edukasi dan pencegahan sejak dini untuk melindungi perempuan dari berbagai bentuk kekerasan seksual, termasuk di ruang publik dan lingkungan kerja.

“Perempuan harus dibekali pengetahuan, keberanian, dan akses perlindungan. Edukasi TPKS ini menjadi langkah strategis agar mitra driver, khususnya perempuan, memahami hak-haknya, mengenali potensi risiko, serta mengetahui mekanisme pelaporan dan pendampingan jika mengalami kekerasan”ujar Dwi.

Kemudian, Dwi juga sangat mengapresiasi Grab Indonesia yang secara aktif menghadirkan ruang aman melalui edukasi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah. Menurutnya, upaya pencegahan kekerasan seksual tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat.

Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen tersebut, DP3AKB Sumut memberikan Piagam Penghargaan kepada Grab Indonesia atas kepeduliannya terhadap mitra driver dalam upaya mitigasi dan penanggulangan kekerasan seksual.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap perempuan pekerja sektor informal, meningkatkan kesadaran kolektif, serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan,” ungkap Dwi.

Terakhir, DP3AKB Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, demi terwujudnya Sumatera Utara yang ramah perempuan dan anak. (OM-10)