Disampaikan juga, PMII lahir 17 April 1960 dengan hadir untuk mengisi kemerdekaan dengan menjaga Republik Indonesia ini. Sebagai organisasi pemuda Islam, Edy mengarahkan pada kader untuk tetap loyalitas, berkarya dan dapat bekerja sama.
“Cepat atau lambat Kader PMII ini lah sebagai pengganti kami selaku pemimpin di negeri ini. Maka dari itu anda harus terus belajar dan memberikan karya terbaik untuk negeri ini. Sumut membutuhkan pemikiran anda semua,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dalam arahannya menekankan pada kader PMII Sumut untuk dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam menghentikan penyebaran pandemi Covid-19 ini. Saat ini dengan pola kebiasaan baru, diharapkan masyarakat dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam menghentikan penyebaran pandemi ini.
“Pada kader yang memiliki ide dalam pemulihan ekonomi dan mengomunikasikan dengan Gubernur. Perlu juga dirumuskan pendidikan jarak jauh, maka ide dan pemikiran harus dituangkan dan disumbangkan pada pemerintah. Dengan pelatihan ini carilah solusi dan rumusan dalam permasalahan akibat pandemi ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua PKC PMII Sumut Azlansyah Hasibuan menyatakan kader PMII ada 25 pengurus koordinator cabang tingkat wilayah di kabupaten/kota di Sumut. “Kegiatan hari ini yang bertepatan Hari Santri merupakan bagian dari kami menjunjung nilai kebangsaan,‘’ katanya.
Melihat dinamika politik, menurutnya, PMII bersikap konstruktif deduktif. Kritik terhadap Undang-Undang Cipta Kerja dilakukan dengan damai, dengan cara segar dan menyentuh hati. PMII ingin ikut menjadi bagian pembangunan ekonomi, mulai dari PKC dan kecamatan ingin membentuk UMKM.
“Oleh itu kami minta suport dari Pemprov Sumut dalam program pemulihan ekonomi di Sumut terutama pada kader PMII,” katanya.
Reporter : Toni Hutagalung







