SIMALUNGUN | Fenomena yang terjadi belakangan ini terkait perubahan warna air Danau Toba ternyata tak terjadi di semua titik. Hasil penelusuran secara keseluruhan bibir pantai di kawasan Kabupaten Simalungun dilaporkan dalam kondisi baik-baik saja.
Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun, Fikri F Damanik, bahwa ia sendiri sudah mengecek kondisi perairan keruh di Danau Toba pada Jumat (25/7/2025) lalu, dan tidak ditemukannya fenomena air keruh di wilayah administratif Simalungun.
“Kebetulan kita melintasi Danau Toba kemarin saat mengikuti kegiatan berkaitan dengan Asesor Geopark, alhamdulillah di kita tidak ada perairan keruh,” kata Fikri.
“Yang keruh itu pesisir Danau Toba yang menjurus ke arah Pangururan, Samosir, dan sekitarnya. Di kita bebas dari kejadian seperti itu,” kata Fikri.
Alumnus STPDN ini menyampaikan proses penilaian Geopark UNESCO terhadap Danau Toba, khususnya yang ada di Simalungun telah dilakukan pada Selasa (22/7/2025). Menurutnya, Tim Asesor dari UNESCO cukup puas dengan apa yang dilakukan pemerintah daerah di 8 Kabupaten di Sumatera Utara.
“Ya mereka merasa pemberitaan yang buruk tentang Danau Toba, saat mereka mengecek langsung ternyata tidak seperti itu ya. Geopark Danau Toba masih bagus. Hanya ada sedikit catatan minor aja,” kata Fikri.
“Kemudian kaitan dengan air keruh itu nggak termasuk penilaian. Penilaian hanya pada Geosite, Geoproduct, dan Geoculture,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, Daniel Silalahi menyebutkan bahwa kondisi perairan di Danau Toba – Simalungun sejauh ini aman. Tidak ada kerusakan ekologi seperti ikan mati yang ada di perairan Samosir.
“Di kita aman-aman aja. Jadi yang mau berliburan di Danau Toba seperti Parapat, Sipolha, Haranggaol dan sekitarnya aman. Masih cantik,” kata Daniel.
Sebagaimana diketahui ada 5 Kecamatan di Simalungun yang memiliki bibir pantai Danau Toba. Kelima kecamatan itu yakni Pematang Silimahuta, Silimahuta, Haranggaol Horison, Dolok Pardamean, Pematang Sidamanik, dan Girsang Sipangan Bolon. (WOD/023)







