Aceh  

Geuchik Simpangwie Sosialisasi Pembagian Bibit Padi dan Pupuk untuk Petani

Pembagian bibit padi dan pupuk

LANGSA | Pemerintah Gampong Simpangwie, Kecamatan Langsa Timur menggelar sosialisasi Ketahan Pangan serta pembangian bibit padi dan pupuk anggaran tahun 2023 kepada kelompok tani, dihadiri tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Langsa Timur.

Acara tersebut dilaksanakan di aula pertemuan kantor geuchik setempat. Minggu 31 Desember 2023.

Tim BPP Langsa Timur, Rahmadi SP dalam sosialisasi ketahanan pangan di Gampong Simpang Wie, menjelaskan di hadapan warga yang hadir, bahwa para petani sawah yang sedang mengalami kesulitan pupuk dan bibit, karena membutuhi biaya merasa kesulitan menggarap persawahan yang ada di Simpangwie.

Mereka dari pihak BPP Langsa Timur, memberitahukan bahwa pemerintah telah meringankan beban petani dengan memberikan bibit padi dan pupuk bersubsidi untuk kelompok tani yang ada di Simpangwie.” Ujarnya.

Daerah ini seperti diketahuinya, masih banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk dijadikan lahan pertanian, seperti lahan milik Aceh kongsi yang kita ketahui sudah bertahun tahun tidak berpungsi merupakan lahan tidur ditumbuhi hutan semak belukar, tetapi dibiarkan oleh pemiliknya menjadi hutan bahkan areal tersebut, telah menjadi sarang babi dan sarang ular akibat ditumbuhi semak belukar, katanya.

Sementara itu Geuchik Simpang Wie, Ibnu Abbas SP kepada orbitdigitaldayli.com. mengatakan, sosialisasi ketahananan pangan kita salurkan untuk warga petani jenis bibit padi MR 263, Umur 95 HST ukuran 5 Kg. Juga pupuk kita serahkan kepada kelompok tani yang ada di Simpangwie, dari anggaran dana desa tahun 2023.

Geuchik Ibnu Abas juga mengucapkan terimakasih kepada BPP langsa Timur serta beberapa saran dan masukan yang disampaikan oleh babinkamtibmas Polsek Langsa Timur dan Babinsa Koramil Langsa Timur terkait lahan milik Aceh kongsi agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang sudah bertahun tahun kelihatan pemiliknya membiarkan lahan telah menjadi hutan dan membuat Gampong ini jorok ditumbuhi semak belukar.

Bahkan Babinkamtibmas dan Babinsa siap mendukung setiap program yang dijalankan oleh geuchik untuk sektor pertanian di Simpang Wie. khususnya untuk membantu kelompok tani, juga meminta geuchik agar segera menyurati pemilik lahan Aceh Kongsi untuk bisa digarap oleh masyarakat tani.

Pada lahan seluas 3 hektar milik Aceh Kongsi terlihat ditumbuhi hutan semak belukar yang dibiarkan pemiliknya sudah berjalan puluhan tahun tidak ada manfaat apapun untuk kemajuan Gampong Simpang Wie.

Reporter : Rusdi Hanafiah