ACEHSELATAN – Sejumlah objek wisata di Kabupaten Aceh Selatan tampak disesaki wisatawan di H+3 Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Selasa (26/5/2020).
Tak hanya objek wisata, Begitu juga suasana jalan raya baik di lintasan Tapaktuan – Subulussalam, dan Tapaktuan – Blangpidie juga dipadati kendaraan.
Ramainya warga berkunjung ke objek wisata seperti terlihat di objek wisata pemandian Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, dan objek wisata pantai Ujung Batee, Kecamatan Pasie Raja.
Tak cuma di sana, objek wisata Pantai Air Dingin, Kecamatan Samadua, dan objek wisata Taman Pala Indah dan Ruang Terbuka Hijau Tapaktuan ikut menjadi sasaran para warga yang datang berkunjung ke kawasan objek wisata Aceh Selatan.
Warga tidak saja memadati objek – objek wisata, tetapi juga memadati sejumlah kafe yang menyediakan berbagai kuliner di daerah lokasi objek wisata.
Seperti di salah satu kafe penyedia jus nifah di Gampong Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan. Warga yang datang ke sana kabarnya berasal dari berbagai daerah di Aceh bahkan Sumut.
Padatnya warga di kafe itu bukan hanya untuk menikmati jus nifah, namun juga menikmati area rekreasi yang ada.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, objek-objek wisata ditutup sementara oleh Pemkab Aceh Selatan menyusul mewabahnya Virus Corona atau Covid-19.
Namun, sejak H+2 Hari Raya Idul Fitri 1441 H dan H+3, arus pengunjung tak terkendali hingga tumpah ruah memadati objek wisata di daerah penghasil pala itu.
Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE kepada orbitdigitaldaily.com mengatakan, padatnya kunjungan warga ke objek wisata di tengah mewabahnya Covid-19 mendapat pemantauan dari Satgas SAR Aceh Selatan.
“Artinya kita hanya memantau agar pengunjung tidak mandi laut di saat gelombang besar untuk menghindari korban tenggelam,” ujarnya.
Lokasi pemantauan, lanjutnya, khusus di lokasi objek wisata di pesisir pantai Aceh Selatan yang berpotensi gelombang besar.
“Kita mengimbau kepada pengunjung di objek – objek wisata pantai jangan mandi laut ketika terjadi ombak besar,” himbau dan harapanya.untuk didengar agar menghindari dari pada malapetaka yang tidak kita ingini bersama, tutupnya.
Reporter: Yunardi.M,IS.







