Harimau Mangsa Empat Sapi Warga di Aceh Singkil

BKSDA bersama masyarakat TNI dan Polisi bersenjata lengkap menyisiri lokasi penemuan ternak mati, berusaha menghalau harimau, Kamis (18/6/2020).

ACEH SINGKIL Kembali terjadi harimau ganas memangsa empat ekor ternak sapi warga, di Desa Ketangkuhan Kecamatan Suro Aceh Singkil.

Pemilik ternak, Ruman Berutu, di konfirmasi, Orbitdigital, di Desa Siompin, Sabtu (20/6/2020) mengatakan, empat ekor sapi miliknya diterkam harimau, Kamis kemarin.

“Tiga ekor sudah mati, dan seekor lagi masih hidup dan sempat disembelih,” kata Ruman.

Katanya, saat ini warga takut untuk pergi ke kebun. Lantaran khawatir harimau masih berada sekitaran lokasi tersebut.

Padahal tanaman sawit, padi dan sayur harus segera di panen dan bisa dipasarkan, untuk kebutuhan hidup petani disini. Namun kini warga takut untuk turun ke kebun.

Warga berharap agar pemerintah bisa segera melakukan evakuasi satwa liar tersebut yang berada sekira 5 kilometer dari pemukiman warga. Agar mereka bisa segera kembali beraktifitas.

Salah satu sapi warga yang tewas dimangsa Harimau

Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wil. Resort 18 Singkil Sutino mengatakan, merespon konflik warga dengan harimau, pihaknya telah melakukan pengusiran dan menghalau satwa liar tersebut dengan meledakkan petasan berkali-kali.

BKSDA juga sudah turun langsung bersama , Camat Suro, Polsek Suro, Babinsa Ketangkuhan, Babinsa Sulampi dan Masyarakat setempat. Sekaligus mensosialisasikan terkait mitigasi konflik satwa liar kepada masyarakat.

Lokasi sapi mati masuk administrasi Desa Sulampi, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil. Lokasi tersebut berada sekitar 5 kilometer dari pemukiman penduduk kawasan perkebunan masyarakat di seberang sungai.

Hasil dilapangan tim melihat 2 ekor sapi yang sudah mati dibunuh harimau dan 1 ekor anak sapi yang sudah dimakan harimau hanya tinggal sisa yaitu bagian kaki, sementara seekor lagi masih sempat disembelih, katanya.

Sutino menyebutkan, kemungkinan penyebab harimau keluar dari populasinya lantaran kawasan hutan hunian satwa liar mulai menyempit. Lantaran saat ini sebagian hutan di sana sudah beralih fungsi menjadi tanaman sawit.

Disebutkannya, lokasi itu merupakan hutan lindung dan kawasan hutan produktif.

Reporter : Saleh