Indonesia Telah Memasuki Bonus Demografi

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng saat acara seminar nasional di Hotel Le Polonia Jl. Jenderal Sudirman Medan. Selasa (5/7/2022). Foto/Ist

Ia mengingatkan agar bonus demografi tak menjadi bencana demografi sehingga dibutuhkan berbagai persiapan.

“Namun masalahnya adalah satu masalah kualitasnya sebagai manusianya ini berkualitas atau tidak? Dari sisi pendidikan, dari sisi kesehatannya dan sisi skill nya. Kemudian yang kedua lagi ada lapangan pekerjaannya tidak?. Inilah yang kita bahas sekarang ini salah satunya terkait dengan bagaimana memanfaatkan bonus demografi dan juga usia produktif itu,” terangnya lagi.

Ia menambahkan bahwa jika betul dimanfaatkan maka pada tahun 2045 Indonesia emas, Indonesia bisa nomor 3 di dunia sesuai dengan estimasi para pakar.

“Kalau memang kita bisa memanfaatkan betul-betul masa-masa sekarang ini sampai di 2045 nanti gitu. Jadi itu yang kita bahas disini” ujarnya.

Diakuinya saat ini Indonesia telah mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.

Jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan membawa dampak buruk.

“Sesuai hasil sensus penduduk tahun 2020 lalu Indonesia sudah masuk 70 persen, Jadi diperlukan persiapkan generasi yang mampu wujudkan Indonesia Emas pada 2045 nanti,” terangnya.

“Makanya saya katakan tadi bonus demografi ini harus dicermati betul-betul harus di bedah lagi karena bisa menjadi bencana demografi kalau tidak kita jaga. Jadi rangkaian dari empat itu yaitu satu kuantitas, kualitas, pembangunan keluarga, urbanisasi itu ya, saling terkait semua. Nah selain itu dibutuhkan yang kelima datanya harus kuat juga kita punya pendataan keluarga 2021,” pungkasnya. (Red)