Ini Empat Pesan Rektor USU Untuk Para Alumni

Rektor USU, Dr Muryanto Amin S Sos MSi saat acara wisuda secara tatap muka di Auditorium USU, Senin (22/11/2021). Foto/Ist.

Pesan ketiga, lanjut rektor, para alumni harus terus bertransformasi untuk merespon tiga disrupsi yang menerpa kehidupan dalam waktu bersamaan, yaitu perubahan iklim, revolusi industri 4.0, dan pandemi covid-19.Sebagaimana kampanye yang sedang gencar dilakukan di Universitas Sumatera Utara yaitu “Transformation Towards the Ultimate“.

Disrupsi ini telah membuat kegamangan global yang sama sekali baru dan belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada pengalaman terbaik yang bisa dijadikan pembelajaran menghadapi ketiga disrupsi tersebut. Tidak hanya Indonesia, bahkan di banyak negara termasuk negara maju sekalipun masih merasakan kesulitan yang sama. Disrupsi kemudian menghasilkan hypercompetitive labour marketdi dunia industri.

Cara yang bisa dilakukan agar memenuhi hypercompetitive labour marketitu adalah melakukan transformasi dalam diri sendiri melalui transformasi untuk selalu menjadi pembelajar yang tangguh. Dunia industri selalu dihadapkan pada tantangan untuk mencari solusi dari masalah kemanusiaan berikut sumber daya alamnya.

“Mereka yang selalu berposisi sebagai pendengar yang baik, analis yang kuat, perencana yang sistemik, eksekutor yang massif, dan evaluator yang terstruktur pasti akan selalu menemukan solusi dari masalah yang dihadapi. Itulah yang disebut pembelajar yang tangguh dan hanya bisa dilakukan dengan cara,selalu bertransformasi karena tidak mungkin semua keadaan akan berjalan secara normal,” tuturnya.

Pesan ke empat, sambungnya, selalu berteman dengan berbagai orang yang berasal dari disiplin ilmu lain dan bergaul dengan industri. Permasalahan alam, sosial dan kemanusiaan yang terjadi saat ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan satu disiplin ilmu, pasti diselesaikan dengan sangat baik menggunakan disiplin ilmu lainnya. Semua kompetensi yang dibutuhkan adalah kompetensi hybrid antara ilmu yang satu dengan ilmu lainnya.

“Tidak ada lagi superioritas ilmu pengetahuan. Mengapa? Karena di dunia sedang terjadi disrupsi yaitu perubahan besar-besaran. Sering orang mengatakan disruption is more than radical change (disrupsi itu lebih dari perubahan radikal). Disrupsi itu adalah perubahan up size down, terutama perubahan dari analog ke perubahan digital. Saudara harus memiliki kemampuan digital ekonomi yang menggunakan AIoT yang saat ini sedang terji dan harus direspon secara cepat,” ujarnya.

Dia berharap, keempat pesan penting itu dapat dilakukan, karena diyakini akan membawa alumni meniti jenjang karir prestasi yang diimpikan.

“Kami di kampus ini, akan selalu tetap memfasilitasi, membantu dan mendoakan saudara untuk memberikan kontribusi untuk kesejahteraan saudara dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Red)