Aceh  

Komplek Serta Asset Baitul Langsa Hanya Menampung Mualaf Sementara Tidak Boleh Dimiliki

LANGSA | Kebaikan Badan Baitul Mal Kota Langsa, perlu kita hormati dan bukan untuk di cela – cela, baik secara lisan, bahkan lewat media sosial. Dalam hal menyikapi pemberitaan yang menimbulkan negative seperti yang telah dilansir lewat salah satu media baru – baru ini, disinyalir menuding Baitul mal usir mualaf.

“Itu semuanya tidaklah benar pihak baitulmal Langsa sama sekali tidak ada melakukan pengusiran terhadap keberadaan mualaf, hanya mengingatkan apa bila mualaf yang telah tertampung lama di komplek milik baitulmal, merupakan sebagai tempat penampungan sementara bagi mualaf musafir yang datang dari luar daerah kota langsa,” sebut Sekretaris Baitul Mal Langsa Jauwahir saat dihimpun awak media. Selasa (16/1/2024).

Jauwahir menjelaskan aset Baitul mal, termasuk lahan Komplek BTM-MPM, itu merupakan tanah yang diwakafkan untuk Baitul Mal, dan ada suratnya, begitu juga pengelolaannya dilakukan oleh Baitul Mal, sementara terkait adanya petugas Baitul Mal yang menempati di komplek tersebut, ini merupakan inisiatif lembaga untuk menjaga dan merawat aset yang telah ada.

“Selama ini, kami melihat para mualaf yang menempati di komplek perumahan mualaf, tanpa menjaga dan merawat keberadaan rumah di dalam komplek tersebut, oleh karena itu Plt Kepala Badan Baitul Mal Kota Langsa, mengambil sikap untuk menempatkan pengurus Baitul Mal yang juga ditunjuk sebagai guru pengajian di komplek tersebut, sambil memberikan bimbingan pengajian terhadap mualaf,” ujarnya.

“Ini semuanya dilakukan pihak baitul mal dengan adanya pengurus yang ditempatkan dalam komplek, bertujuan untuk menjaga dan merawat bangunan sehingga tidak terkesan semak belukar dipenuhi lalang tanpa ada perawatan lingkungan komplek perumahan BTM-MPM,” jelasnya.

“Untuk saat ini, rumah yang ada itu sudah kami rehab agar layak huni jika suatu saat nanti ada mualaf-mualaf lain yang akan kami tampung sementara waktu di komplek itu,” tambahnya lagi.

Sementara itu lanjutnya Baitul Mal, tidak pernah bertindak paksa untuk mengusir mualaf, bahkan tempat itu hanya sebagai penampungan untuk sementara waktu, dikala datangnya mualaf yang tidak menempati tempat tinggal, bukan untuk dijadikan milik pribadi oleh mualaf.

“Selama ini Baitul mal telah memperhatikan mereka dengan baik sesuai ketentuan kemanusiaan dan perintah agama, seperti mualaf dan warga kurang mampu jika sudah mapan sesuai kategori mualaf selama batas waktu tiga tahun dan selanjutnya menjadi mukallaf mereka bukan diusir tetapi mereka harus paham untuk berusaha demi perubahan hidup mereka lebih baik lagi, tidak harus menempati komplek tersebut selama lamanya.” pungkasnya.

Reporter : Rusdi Hanafiah