MEDAN – Beberapa hari lalu, warga Kabupaten Langkat khususnya yang berdomisili di Pangkalan Brandan dihebohkan kabar kematian Ali Rahman yang diduga dianiaya oknum militer.
Berhembus kabar, penganiayaan itu diduga atas suruhan salahseorang pengusaha sawit bernisial Ak. Ali Rahman kabarnya dituduh melakukan pencurian di perkebunan sawit milik AK.
Menyikapi hal itu, KontraS Sumut berharap dan meminta agar penyelidikan dan penyidikan atas kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa Ali Rahman diungkap terang benderang.
“Bila memang hal itu (penganiayaan,red) dilakukan oknum militer, kepolisian memang tak memiliki wewenang yang jauh untuk melakukan penyelidikan. Karena mekanismenya penyelidikan dan penyidikan melalui prosedur militer,” ujar Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam kepada orbitdigitaldaily.com, Selasa (13/5/2020).
Sehingga menjadi penting menurutnya, bagaimana mengawal proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh POM.
“Hal ini yang harus sama-sama kita kawal. Bagaimana tindak lanjut penanganan penyelidikan dan penyidikan atas kasus tersebut. Bagaimana kejadiannya, bagaimana kasus itu terjadi. Apakah ada keterlibatan masyarakat sipil dalam penganiayaan tersebut,” terang Amin lagi.
Sehingga bila nanti dalam perjalanan penyelidikan kasus tersebut terungkap adanya keterlibatan oknum warga sipil, baru kemudian tinggal koordinasi antara POM dan aparat kepolisian.
“Makanya seperti yang saya bilang tadi, perlu kita kawal bagaimana proses penyelidikan dan penyidikan serta peradilan dalam kasus ini,” tuturnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ali Rahman (40), warga Jalan Borboran, Lingkungan VII, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat diduga meninggal setelah diduga disiksa oknum pria berambut cepak.
Informasi diperoleh dari masyarakat Pangkalanbrandan, Ali Rahman, disiksa oleh oknum TNI yang bertugas di Pangkalan Brandan.
Informasi beredar bahwa POM juga telah mengamankan terduga pelaku yang disinyalir turut menganiaya Ali Rahman, termasuk seorang oknum yang namanya santer disebut-sebut warga, Praka J.
Menurut penuturan Kepala Lingkungan VII, Kelurahan Sei Bilah, Ismail membenarkan insiden yang menimpa warganya.
Kata Ismail, Ali Rahman memang sempat dijemput dua orang pria tidak dikenal.
Terpisah, F, adik kandung almarhum Ali Rahman mengatakan kakaknya itu diculik pada Minggu (10/5/2020) usai bersantap sahur.
Kala itu, dua orang pria berambut cepak yang membawa senjata api menyambangi rumah Ali Rahman.
Begitu sampai di depan rumah korban, kedua pelaku menerjang pintu rumah hingga rusak.
Selanjutnya, F mendapat kabar kakak kandungnya itu dibawa ke pabrik sawit yang ada di perbatasan Sei Bilah dan Desa Teluk Meku. (Diva Suwanda)







