Menjelang Pilkada, Kejari Toba Tetapkan Enam Tersangka Kasus Fiktif 2017

oleh -584 views

MEDAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Balige menetapkan enam tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan Internasional Toba Kayak Marathon Tahun Anggaran (TA) 2017. Sebab kegiatan bertaraf internasional dipusatkan di Pantai wisata Lumban Bulbul Balige diduga fiktif, Rabu (16/9/2020).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten diduga fiktif padahal sumber anggaran dari Pemkab Toba senilai Rp 200.000.000. Bank Sumut Rp100.000.000. PT Inalum Rp 50.000.000, dan bantuan pihak ketiga maupun negara tetangga.

Kajari Toba Dr Robinson Sitorus SH MH mengatakan berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara ditemukan kerugian negara sekitar Rp 300.000.000.

“Kegiatan Internasional Toba Kayak Marathon yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Toba, akhir November 2017 silam diduga fiktif. Enam orang tersangka termasuk diantara dua pihak rekanan,” kata Robin saat dikonfirmasi orbitdigitaldaily.com, Rabu (16/9/2020).

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen Gilbeth Tindaon didampingi Kasi Pidana Khusus Richard Sembiring saat menggelar press release diruangannya mengatakan enam orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan fasilitas kayak sebanyak 6 unit.

“Kita tetapkan enam tersangka, termasuk Kadis Pariwisata, SS(47). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial US (51). Direktur CV Citra Sopo Utama, NT (31) dan wakilnya AL (32) serta Ketua Pejabat Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), ST (39) dan PPTK, HB (44),” ujar Gilbeth Tindaon kepada wartawan.

Gilbeth Tindaon menyebutkan enam tersangka termasuk dua pihak rekanan disangkakan melanggar undang undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Selain itu, sambungnya, adapun pagu anggaran Kegiatan Internasional Toba Kayak Marathon itu bersumber dari APBD Tobasa Tahun 2017 sebesar 200 juta ditambah bantun pihak ketiga seperti BPDSU sebesar Rp100.000.000, dan PT Inalum sekitar Rp 30.000.000.

‚ÄúPara tersangka dijadikan tersangka sebab bukti fisik pengadaan keenam unit kayak belum bisa ditunjukkan. Sehingga pengadaan tersebut diduga fiktif. Namun belum dilakukan penahanan karena para tersangka cukup koperatif dan selalu hadir saat dilakukan pemanggilan pemeriksaan,” jelasnya.

Reporter : Toni Hutagalung