Operasi Yustisi di Toba, Tak Pakai Masker dan Langgar Prokes Denda Rp150 hingga Rp300 Ribu

oleh -213 views

TOBA – Dalam upaya peningkatkan disiplin dan penegakan hukum terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) dalam pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 atau Covid19 di daerah, maka Bupati Toba mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 43 tahun 2020 pada 25 Agustus 2020 lalu.

Hal tersebut juga merupakan implementasi dari Instruksi Presiden RI Nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) dalam pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 atau Covid19 sebagaimana tertuang dalam peraturan itu.

Disebutkan bahwa jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui riwayat kesehatannya, maka wajib hukumnya menggunakan APD berupa masker atau pelindung wajah, rajin mencuci tangan, pakai hand sanitizer, penerapan sosial physical distancing serta perilaku hidup yang bersih dan sehat.

Dalam pasal 10 peraturan itu disebutkan setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum yang melanggar pasal 6, 8, dan 9 akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan atau tertulis, kerja sosial dalam bentuk pembersihan area tertentu, penghentian sementara usaha, pencabutan ijin usaha dan denda administrasi sebesar 150 hingga 300 ribu rupiah.

Brostito Sianipar, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) sebagai Koordinator Tim Sosialisasi saat dihubungi media pada Senin (14/9/2020) mengatakan pihaknya telah melalukan sosialisasi Perbup No 43 itu sejak minggu lalu bersama semua unsur yang terlibat seperti TNI dan Polri serta unsur lainnya.

“Sembari sosialisasi, kita juga membagikan masker bagi warga yang kita dapati tidak mengenakan masker sebagai salah satu bentuk sosialasi sscara langsung,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Brostito mengatakan Perbup itu kan diterapkan secara tegas mulai minggu depan.

“Demi kesehatan bersama, kami minta semua warga selalu mengenakan masker apabila keluar rumah bila tidak ingin ditindak,” tegasnya.

Terpisah, Horas Aritonang warga Siantar Narumonda mengaku akan selalu menggunakan masker bIla keluar rumah. “Selain demi kesehatan, yah untuk menghindari kena rajia. Darimana nyari uang 150 ribu?” akunya sembari menarik maskernya hingga menutupi hidungnya.

Reporter: Bernard Tampubolon