Pelatihan Magang ke Jepang Tak Dianggarkan , Kinerja Kadisnaker Sumut Dipertanyakan

MEDAN – Program pelatihan Magang ke Jepang ternyata tidak dianggarkan oleh Disnaker Sumut padahal program itu sudah berlangsung bertahun tahun.

Akibatnya peserta yang mengikuti pelatihan harus menanggung seluruh pembiayan termasuk biaya foto kopi bahan pelatihan senilai Rp190.000.

Informasi yang diperoleh wartawan, Jumat (20/3/2020) selain menanggung biaya fotokopi bahan pelatihan peserta juga harus menanggung biaya makan siang setiap harinya senilai Rp12.500 setiap makan siang di kantin tempat pelatihan yang berada di Jalan Pancing Medan.

Kasi Latihan, Standarisasi dan Kompetensi Kerja Disnaker Sumut yang juga penanggung jawab program magang ke Jepang Marlan ketika dikonfirmasi wartawan mengakui bahwa biaya untuk pelatihan magang tersebut tidak ditanggung dalam APBD. ” Kalau biaya pelatihan tidak ditanggung, yang ditanggung hanya biaya seleksi saja,” kata Marlan.

Ketika ditanya kenapa tidak dianggarkan tapi dilaksanakan pelatihannya, Marlan malah melempar ke Kadis. ” Coba tanyakan ke Kadislah masalah itu , saya hanya melaksanakan saja,” kata Marlan mengelak.

Marlan menjelaskan kalau masalah anggaran dirinya tidak tahu sebab dirinya hanya staf.”  Masalah anggaran tanyakanlah bang ke Kadis saya tak tahu itu,” kata Marlan lagi sedikit gugup.

Mengenai adanya biaya fotokopi bahan pelatihan senilai Rp190.000 dan makan siang senilai Rp12.500 yang dibebankan ke peserta Marlan mengakui hal tersebut. ” Namanya tidak dianggarkan bang ya biaya pelatihan ditanggung pesertalah,” kata Marlan lagi.

Ketika ditanya adanya perpindahan kantin makan peserta dari kantin Disnaker tempat  pelatihan ke kantin luar Disnaker Sumut, Marlan mengakui adanya perpindahan itu karena peserta komplain menu makanan di Kantin Disnaker Jalan Pancing hanya itu itu saja .” Peserta komplain ke saya karena menunya itu itu saja, sehingga saya pindahkan ke rumah makan lain” kata Marlan.

Marlan mengungkapkan peserta pelatihan ini awalnya mencapai 31 orang namun untuk saat ini hanya tinggal 18 orang saja. Lama pelatihan sebut Marlan lagi 70 hari dan akan berakhir pada 14 April 2020.

Menanggapi hal itu Direktur LSM Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi ( Barapaksi) Sumut Otty S Batubara mengaku heran atas kinerja Kadisnaker Sumut Harianto Butar-butar pasalnya program magang ke Jepang itu merupakan program tiap tahun namun tidak dianggarkan dalam APBD Sumut.

” Kita minta Gubsu mengevaluasi kinerja Kadisnaker Sumut ini, sebab terkesan tidak mampu mengurus Disnaker Sumut. Persoalan kecil saja tidak bisa diselesaikan   yakni persolan anggaran untuk pelatihan, apalagi program besar,” kata Otty kembali.cr -03