Ia juga mengatakan Nasyid memiliki peran ganda yaitu sebagai wadah berkesenian dan media pencerahan.
“Nasyid diharapkan sebagai media kesenian akan mampu memenuhi sekaligus memacu kreatifitas masyarakat dan wadah menuangkan inovasi religi yang dapat di nikmati masyarakat,” terangnya.
Ia berharap syair-syair yang dilantunkan berfungsi sebagai sarana dakwah, mengajak masyarakat untuk melaksanakan ajaran agama sekaligus berpartisipasi dalam mensukseskan pembangunan masyarakat di Asahan pada Khususnya.
Diketahui MTQ dan Pestipal Nasyid ini diikuti beberapa cabang perlombaan dari kategori tilawah tingkat Tartil Putri dan Putra sebanyak 20 Orang, kategori tilawah tingkat anak putra dan putri sebanyak 20 orang,
Kategori tilawah tingkat remaja putra dan putri 20 orang,kategori Hafis 30 orang, kategori Fahmil 17 group, kategori Syarhil 15 group, kategori Khattil 27 orang, karya tulis ilmiah 1 orang, kategori 100 hadist putri 1 orang dan cabang Festival Nasyid kategori putra 3 group, kategori putri 10 group. Serta cabang Pop Religi kategori anak anak putri 2 orang, kategori remaja putra dan putri 7 orang.
Camat mengakhiri pidatonya dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini serta masyarakat yang mengikuti kegiatan ini.
Tak lupa ia berpesan kepada para pemenang nantinya agar tidak berbangga diri karena harus berjuang lagi di tingkat Kabupaten yang akan dilaksanakn di bulan ini dan diharapkan kedepannya akan lahir duta-duta dari Kabupaten Asahan untuk mengikuti MTQ dan Festival Nasyid di tingkat Provinsi.
Turut hadir dalam acara Mewakili bupati Kabag Umum Adi Putra Parlauangan, Kapolsek Kota, Kiramil Meranti, Kepala KUA pulo Bandring, Ketua GOA kabupatan,Ketua Mui Kecamatan, Ketua Imtaq Kecamatan, Kepala Desa Se-Kecamayan Pulo Bandring, Ibu Ketua PKK kecamatan, Ibu Ketua Tu PKK Desa Se-Kecamatan Pulo Bandring, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Generasi Pengajian Muda dan Mudi.
Reporter: Amien







