
DELISERDANG |
Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang H M Ali Yusuf Siregar Rembuk Stunting, Senin (29/03/2021), di Prime Hotel Jalan Arteri Kuala Namu Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis.
Dalam sambutannya, Ali Yusuf Siregar mengatakan, Pemkab Deliserdang menjadi bagian dalam mewujudkan tujuan global 2030 atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang salah satu tujuannya adalah menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan pertanian serta berkelanjutan dengan target 2030 yaitu, mengakhiri segala bentuk malnutrisi, termasuk penurunan angka stunting secara nasional tahun 2024 sebesar 14%.
Kemudian, Pemkab Deliserdang menyadari, kata Ali Yusuf Sireghar, bahwa permasalahan stunting pada usia dini terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah jendela kehidupan yang paling penting terhadap kualitas SDM.
Oleh karena itu, sambung Wabup Deliserdang, jika tidak kita cegah secara dini permasalahan ini dalam jangka pendek, maka bias menyebabkan gagal tumbuh hambatan perkembangan kognitif dan motorik serta tidak optimalnya ukuran fisik tubuh. “Sedangkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan menurunnya kapasitas intelektual rakyat Deliserdang”, ujar Ali Yusuf SIregar.
Selanjutnya, Ali Yusuf Siregar menjelaskan, sebagai dasar pelaksanaan sesuai Peraturan Bupatu (PERBUP) Nomor 5.A tahun 2020, tentang percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting terintegrasi.
“Saya menekankan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama-sama untuk menuntaskan permasalahan stunting melalui program strategis yang terintegrasi, melakukan perbaikan dari seluruh aspek melalui dua intervensi, yaitu pertama intervensi gizi spesifik seperti asupan makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan yang harus menjadi perhatian bidang kesehatan”, jelas Wabup Deliserdang
Kedua intervensi sensitive tersebut, lanjut Ali Yusuf Siregar, mencakup peningkatan penyediaan air bersih dan sarana sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran, komitmen dan praktik pengasuhan gizi ibu dan anak serta peningkatan akses pangan bergizi.
Wakil Ketua TP PKK Ny. Hj. Sri Pepeni Yusuf Siregar, Sekdakab Darwin Zein S.Sos, Ketua Dharmawanita Persatuan Ny. Herawati Darwin Zein,Kepala OPD terkait, Para Camat,Kepala Desa yang menjadi Lokus Stunting tahun 2021,Kepala Puskesmas yang menjadi Lokus,Tim Ahli Bangda Regional I Medan,
Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Deli Serdang tahun 2019-2024, ungkap Ali Yusuf Siregar yaitu, Deliserdang yang maju dan sejahtera dengan masyarakatnya yang religius dan rukun dalam kebhinnekaan.
“Namun, program ini tidak akan berjalan optimal jika hanya dilaksanakan oleh Pemkab Deliserdang saja. Tapi, perlu keterlibatan masyarakat, dunia usaha dan lintas sektor melalui pendekatan holistik, integrasi, tematik, dan spatial”, ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Deliserdang Nusantara Tarigan Silangit melalui vidcon mengatakan, permasalahan stunting di Kabupaten Deli Serdang menjadi salah satu fokus untuk mengantisipasi kondisi gizi kronis yang mengakibatkan anak tumbuh dengan kondisi yang tidak maksimal.
Stunting bukan merupakan tanggungjawab Dinas Kesehatan Diskes) saja, kata Nusantara Tarigan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Bawah Lima Tahun (Balita) akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Penanganan stunting tidak hanya tugas bidang kesehatan, sambung Wakil Ketua DPRD, tetapi juga menjadi tugas kita semua, baik dari sisi penyediaan pangan yang bergizi, kualitas sanitasi, lingkungan bersih, dan beberapa hal lain yang menunjang atau mendukung intervensi pencegahan dan penurunan stunting.
Perlu difahami, sebut Nusantara Tarigan, penyelesaikan penurunan stunting tidak dapat dilaksnakan dalam waktu yang singkat, “Oleh sebab itu perlu dilakukan komitmen bersama agar penanganan dilakukan terus menerus dan berkesinambungan. Selain itu masyarakat harus menganalisa lingkungan tugas serta orang tua yang harus terus berupaya memenuhi asupan gizi anak”, sebutnya.
Oleh karenanya, harap Wakil Ketua DPRD, kepada semua pihak untuk dapat menyusun program kerja, sasaran serta langkah konkrit secara sinergi untuk menanggulangi permasalahan stunting diseluruh wilayah kerja Kabupaten Deliserdang. Guna mewujudkan generasi baru yang sehat, cerdas serta berkualitas baik dari segi fisik maupun mental.
Untuk itu, kata Nusantara tarigan, agar seluruh perangkat daerah dan stakeholder, bersinergi untuk bersama – sama melaksanakan program penanggulangan stunting dengan cara mensosialisasikan, meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi terhadap anak merubah pola asuh serta berbagai langkah yang dirasa perlu untuk dilakukan bagi mencetak generasi anak berprestasi di usia sekolah.
“Begitu pula seluruh Kepala Desa agar memprogramkan dan menganggarkan dalam APBDes setiap tahun untuk kegiatan pencegahan dan penurunan stunting di desanya masing-masing”, katanya.
Sementara, Kadis Kesehatan (Kadiskes) Deliserdang dr Ade Budi Krista melaporkan tujuan dari pelaksanaan kegiatan Rembuk Stunting adalah menyusun program untuk penurunan stunting sekaligus merumuskan intervensi gizi spesifik sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.
Dalam laporannya, Ade Budi Krista juga mengharapkan ada komitmen bersama dalam upaya percepatan dan penaggulangan stunting di Kabupaten Deli serdang. Kemudian ada rencana program/kegiatan serta kebutuhan pendanaan dalam percepatan penurunan stunting terintegritas tahun 2022.
“Dimana, rencana kegiatan intervensi terintegritas penurunan stunting yang telah disepakati oleh antar sektor dan antar program untuk dimuat dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2022”, jelas Ade Budi Krista.
Kemudian, Kadiskes juga melaporkan, HPK Rembuk Stunting Daerah menjadi dasar Gerakan Stunting di Kabupaten Deliserdang melalui integrasi program/kegiatan yang dilakukan antar OPD penanggung jawab layanan, juga antar program dan partisipasi masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan pelaksanaan Rembuk Stunting maka integrasi lintas program dalam penanggulangan dini stunting dengan 1.000 HPK dan stimulasi pengasuhan dan pendidikan berkelanjutan dapat terlaksana”, ujar Ade Budi Krita.
Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Medan Dr.Oslida Martony, SKM, M.Kes, Narasumber Yaitu Direktur PEIPD Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri R. Budiono Subambang (melalui Vidcon),Kepala Bappeda Deli Serdang Remus H Pardede dan Ferdinand Hamzah Skm dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut.Dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dan penandatangan komitmen bersama.
Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Kelauaraga Deliserdang (TP PKK) Ny. Hj. Sri Pepeni Yusuf Siregar, Sekretaris Daerah Kabupaten Darwin Zein S.Sos, Ketua Dharmawanita Persatuan Ny. Herawati Darwin Zein, Kepala OPD terkait, seluruh Camat, Kepala Desa, Kepala Puskemas se-Kabupaten Deliserdang yang menjadi Lokus Stunting tahun 2021.
Ketua Jurusan Gizi Politehnik Kesehatan Medan Dr. Oslida Martony, SKM, M.Kes, Direktur Perencanaan Evaluasi Iinformasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri R Budiono, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Deliserdang Remus H Pardede dan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Ferdinand Hamzah .
Reporter : Dodi Hamzah Pohan






