Pemkab Karo Gandeng BIG Jalan Program Pemerintah

oleh -685 views
Bupati karo Terkelin Brahmana menunjukan dokumen perjanjian (MoU) yang sudah ditanda tangani bersama dengan pihak BIG di Cibinong Jakarta-Bogor. (orbitdigitaldaily.com/Daniel Manik).

KARO-Guna mendukung program Pemerintah Kabupaten Karo, Bupati Karo Terkelin Brahmana menggandeng Badan Informasi Geospasial (BIG) sekaligus tandatangani Memory of Understanding (MoU) Geospasial, Jumat (8/11/2019) di Km 46 Cibinong Jalan Raya Jakarta – Bogor.

Penandatangan MoU geospasial itu, Bupati karo Terkelin Brahmana turut didampingi Kabag Otda Robinson Brahmana, Kabag Penum Caprilus Barus dan Sekretaris Bappeda Amal Sembiring ST.

Disela-sela penandatangan MoU Terkelin mengungkapkan, bahwa Badan Informasi Geospasial (BIG) merupakan bagian dari akses data-data dan kajian menjadi ujung tombak perencanaan pembangunan untuk Kabupaten Karo kedepannya.

“Karo saat ini ada beberapa titik di desa mengalami suatu permasalahan terkait batas dan peta antar desakarena selama BIG bekerjasama dengan pemda Karo,” kata Terkelin.

“Dengan adanya kesepakatan bersama BIG, diharapkan BIG dapat dijadikan sebagai pilot project terdepan penyambung lidah informasi penyelesaian suatu masalah sesuai kebutuhan pemda karo, baik segi batas antar desa, antar Kabupaten dan antar propinsi,” kata Terkelin Brahmana.

Lebih lanjut dikatakan, isi kesepakatan meliputi kerjasama pembangunan basis data dan meta data geospasial, penyelenggaraan dan pemanfaatan jaring kontrol geodesi.

Kemudian penyelenggaraan informasi geospasial terkait tata ruang dan hams administrasi wilayah.

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG), Muhtadi Ganda Sutrisno M. E sebelum melakukan MoU ( memory of Understanding) menyampaikan, data-data yang dikumpulkan dan dikaji oleh BIG ke depannya menjadi dasar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Sekarang ini MoU yang ditandatangani kesepakatan seluruh Indonesia hanya melibatkan 3 Kementrian /Lembaga, 16 pemerintah daerah dan 1 pihak swasta,”tuturnya.

“Sementara itu sesuai undangan, di sisi lain tujuan BIG sangat berperan untuk menjadi landasan pembangunan infrastruktur di setiap kementerian /lembaga, pemda dan pihak swasta. Bahkan termasuk sebagai mitigasi bencana, maupun memetakan wilayah yang dianggap rawan dengan bentuk peta yang digunakan merupakan peta tematik,” jelasnya.

“Semisal manfaat BIG, kedepan bagi lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) dapat meminta kepada BIG agar memetakan wilayah yang rawan menanam ganja. Ketika pemda meminta titik-titik rawan bencana dan permasalahan batas peta suatu desa, agar tidak tumpang tindih,” ujarnya.

Reporter: Daniel Manik