Penegak Hukum Diminta Monitor Aktivitas PT Aquafarm Nusantara Sergai

Limbah dan sampah diduga dari PT Aquafram yang sudah merugikan masyarakat sekitar

SERGAI – Kisruh persoalan dugaan pencemaran lingkungan laut oleh PT Aquafarm Nusantara melalui pembuangan limbah produksi di tanah dataran di bibir muara sungai Desa Naga Kisar terus disoal.

Lembaga Aliansi Governance Organisation (NGO) Pendamping Masyarakat Bersih Damai Sejahtera(PMBDS) Sumatera Utara, Aswat Sirait Rabu (4/9/2019) kembali menekankan, agar penegak hukum sigap dalam melakukan monitoring terhadap aktivitas perseroan terbatas dalam praktik budidaya ikan itu.

” Saatnya penegak hukum melakukan minitoring ketat terhadap aktivitas perusahaan pembenihan berstatus PMA ini,” ujar Aswat.

Alasannya, Aswat melihat kejanggalan saat persoalan pembuangan limbah itu sengaja dibuang di tanah dataran tanpa larangan.

Padahal, jelas tindakan perusahaan perseroan terbatas itu telah menabrak regulasi Undang Undang Lingkungan.

“Bertahun Perusahaan I Wayan Mudana sebagai Country General Manager itu diduga melakukan perusakan lingkungan, ini harus dihentikan, tugas penegak hukum memantau aktifitas perusahaan itu,” pinta Aswat.

Sementara, saat tindakan pembuangan limbah oleh perusahaan yang berdiri tahun 2000 itu dipublikasi, secara mendadak pihak managemen perusahaan tersebut spontan melakukan tindakan pembersihan untuk menghilangkan barang bukti.

Selama ini pihak Lingkungan Hidup dan penegak hukum di jajaran Kabupaten Sergai kecolongan.

” Kenapa tiba tiba pihak perusahaan langsung membersihkan lokasi pembuangan, alat berat excavator dikerahkan, lokasi disulap,sampah langsung diangkut,ada apa,”tanya Aswat.

Tidak hanya perusahaan PT Aquafarm Nusantara, Aswat juga meminta agar seluruh perusahaan di Bumi Tanah Bertuah Negeri Beradad mendukung Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup sebagai upaya memberikan perlindungan dan konservasi Sumber Daya Alam.

” Saatnya kita bergerak untuk lebih perduli terhadap pengelolaan dan rehabilitasi Ekosistem pesisir dan laut, kita siap bekerjasama mengawal bergandeng tangan dengan penegak hukum, ” tegas Aswat.

Reporter : Rahmadsyah