Pengamanan PTPN II Kebun Melati Bentrok dengan Warga Bingkat

Nhov Trakapta Putra Kabban mengatakan, pihaknya melaporkan pihak pengamanan kebun karena dianggap telah melakukan pengerusakan dan penganiayaan.

“Jadi kami datang kemari untuk melaporkan oknum pengamanan perkebunan Melati karena telah melakukan pengerusakan dan pemukulan”. Kata Putra Kabban usai membuat laporan ke SPKT Polres Sergai.

Putra Kabban menjelaskan bahwa pihak perkebunan PTPN II Kebun Melati dianggap telah melanggar kesepakatan yang dibuat pada tanggal 2 September 2022 yang lalu di Kantor Bupati Sergai, dimana dalam kesepakatan tersebut agar areal yang disengketakan di plotting, dan bilamana areal tersebut masih dalam HGU, warga bersedia meninggalkan areal, tapi hal itu telah dilanggar oleh pihak perkebunan.

“Tapi faktanya sampai hari ini, pihak PTPN II Kebun Melati tidak menghargai kesepakatan yang telah dibuat di Kantor Bupati”. Terang Putra Kabban.

Lebih jauh Putra Kabban menjelaskan bahwa dasar warga menduduki areal seluas 22 hektar tersebut adalah dengan adanya SKT yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Bingkat dengan dasar SK 42 tahun 2022 yang dikeluarkan oleh BPN, dimana dalam SK tersebut, menjelaskan bahwa tanah seluas 30,7 hektar sudah dikeluarkan dari wilayah HGU, dan saat ini ada 8 hektar dari jumlah itu sudah dikuasai oleh warga sebrang Desa Bingkat.

“Jadi kami dari kelompok tani Terbit Terang ingin menguasai yang 22 hektar itu”. Kata Putra Kabban.

Beberapa sebelum aksi penanaman pohon pisang ini dilakukan, pihak kelompok tani Terbit Terang sudah meminta kejelasan HGU dari pihak Perkebunan, agar mereka bisa melakukan gugatan secara perdata

“Tapi hingga saat ini, pihak Perkebunan tidak mau ngasih”. Tutur Putra Kabban.

Sementara itu manajer PTPN II Kebun Melati Junaidi Hartoyo Lubis dalam rilisnya yang disampaikan pada selasa (4/10/22) menyampaikan bahwa fakta sesungguhnya adalah pada hari Senin (3/10/2022)
Sekitar 300 an anggota Serikat Pekerja Perkebunan (SPP) PTPN 2 dibantu sekuriti melakukan pembersihan (okupasi) terhadap para penggarap yang mencoba menguasai areal HGU No.61 afdeling 2 Kebun Melati, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, Senin (03/10).

Pembersihan areal HGU yang masih berisi tanaman kelapa sawit berusia sekitar 4 tahun ini dilakukan untuk menghentikan upaya penguasaan lahan yang dilakukan kelompok penggarap.