LANGKAT – Pemerintah Kabupaten Langkat (Pemkab) Langkat tengah mempebaharui data warga prasejahtera.
Melalui apel gabungan yang digelar di Halaman Kantor Bupati Langkat, Stabat, Senin (4/11/2019), Asisten II Pemkab Langkat, Hermasyah mengimbau agar kepala desa (Kades) dan Lurah mensosialisasikan hal ini kepada warganya.
Hermansyah mengimbau agar Kades maupun lurah mendata lagi kerluarga prasejahtera yang belum terdata.
“Atau terjadinya perubahan data anggota keluarga dalam data terpadu kesejahteraan sosial bisa disosialisasikan ke warga. Saya imbau jugaagar warga aktif mendaftarkan diri atau melaporkan ke kelurahan atau desa setempat,” ungkapnya.
Berdasarkan Permensos RI No 5 tahun 2010 tentang pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, kata Hermansyah, verifikasi dan validasi data ini dilaksanakan oleh potensi dan sumber kesejahteraan sosial yang ada di kecamatan, kelurahan atau desa.
“Dinsos Langkat juga perlu mengawal dan mendorong terjadinya perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dengan melakukan pembinaan, sosialisasi. Perlu juga dilakukan edukasi kepada camat dan kades/lurah. Jadi perbaikan datanya lebih optimal,” harap Hermansyah.
Pemkab Langkat sendiri mendapat tahun 2019 ini mendapat bantuan sosial dari Kemsos RI diantaranya; Program Keluarga Harapan (PKH) sampai triwulan III sekitar Rp131 miliar, program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berkisar Rp89 miliar.
Kemudian bantuan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni Rp1,5 miliar dengan rincian 100 rumah tidak layak huni masing–masing mendapatkan Rp15 juta yang diterima oleh warga Kecamatan Sei Bingai, Kuala dan Kutambaru.
Kemudian bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) sebesar Rp1,6 miliar terdiri dari 80 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 10 keluarga menerima sebesar Rp20 juta perkelompok, yang tersebar di beberapa Kecamatan di Langkat.
Selain itu, tambah Hermasyah, di 2020 nanti, Provsu telah mengalokasikan dana untuk program Masyarakat Miskin Produktif (Mamipro) berupa usaha kepada 25 kelompok usaha bersama.
Program ini diperuntuhkan bagi keluarga pra sejahtera yang berada di kawasan pesisir.
“Kedepan kawasan program Maminpro ini, juga akan terintegrasi dengan program bantuan lainnya,”sebutnya.
Reporter: Susanto







