MEDAN | Pegiat budaya muda asal Sumatera Utara, Presley Panca Yahya Simangunsong, terus menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan kembali kekayaan tradisi daerah. Lahir dan besar di lingkungan yang kaya akan ragam budaya, Presley melihat langsung bagaimana sejumlah tradisi, khususnya tradisi Batak, mulai tergerus oleh perkembangan zaman dan minimnya ruang aktualisasi bagi generasi muda.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, Presley menggagas komunitas Alusi Au, sebuah inisiatif yang berfokus pada pelestarian dan revitalisasi tradisi Batak. Komunitas ini hadir sebagai ruang bagi anak muda untuk belajar, menuturkan ulang, dan mengembangkan cerita-cerita rakyat Batak melalui pendekatan kreatif yang lebih dekat dengan budaya digital.
Alusi Au tidak hanya mengajak generasi muda untuk mendengarkan dan menuliskan kembali kisah-kisah warisan leluhur, tetapi juga mendorong mereka untuk mengemasnya menjadi konten yang relevan bagi masyarakat masa kini. Melalui media sosial, lokakarya, kolaborasi dengan lembaga, hingga proyek kampanye budaya, komunitas ini berusaha menjembatani tradisi lama dengan dunia modern.
Presley meyakini bahwa pelestarian budaya tidak harus terkesan kaku atau jauh dari kehidupan sehari-hari. Justru, dengan kreativitas anak muda, nilai budaya dapat diangkat kembali menjadi sesuatu yang inspiratif dan berdampak luas.
Dalam setiap langkahnya, Presley ingin menegaskan bahwa pemberdayaan daerah dapat dimulai dari hal sederhana, yakni keberanian generasi muda untuk terlibat, menjaga, dan merayakan identitas budaya mereka sendiri. Melalui Alusi Au, ia berharap semakin banyak anak muda yang menyadari bahwa potensi lokal adalah pondasi penting bagi masa depan yang berkelanjutan. (Inara Publisher)







