Dalam waktu satu bulan, telah terkumpul Rp106 juta dari 339 donatur. Kemudian dana ini kita salurkan ke 600 penerima manfaat yang disalurkan ke 5 wilayah administrasi DKI Jakarta, dan ternyata masih lebih sehingga kami membuka lagi penyaluran paket bantuan ke masyarakat berdasarkan rekomendasi baik oleh perorangan maupun komunitas seperti ke para guru honorer dan tukang pijat tuna netra”, ungkapnya.
Relawan seperti dr. Aulia dan Yusrin Zata juga menyampaikan harapannya kepada upaya Pemerintah untuk pengadaan vaksin. “Harapan aku dengan vaksin COVID-19 ini inginnya cepat didistribusi. Saat ini setahu saya vaksin sudah dalam uji klinik fase III, kalau Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengizinkan, saya ingin vaksin lebih cepat didistribusikan”, ujar dr. Aulia.
Senada dengan dr. Aulia, Yusrin Zata juga menginginkan vaksin didistribusi secepatnya, “Ketika lebih cepat vaksin masuk ke Indonesia, lebih cepat juga nantinya membantu memulihkan kehidupan masyarakat dalam mencari pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Hadirnya vaksin COVID-19 ini nanti jadi harapan agar kehidupan sosial bisa kembali normal”.
Selama menunggu kedatangan vaksin, dr Aulia juga berpesan, “Jangan berfikir bahwa kebaikan itu harus besar, tapi minimal dari orang-orang terdekat kita dengan cara mencegah penularan lewat 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak). Dengan bersama-sama
seperti itu, akan membantu tenaga kesehatan seperti kami untuk mencegah dan mengembalikan kehidupan normal seperti dulu lagi”.
“Untuk masyarakat yang masih bekerja di luar rumah, jangan abaikan protokol Kesehatan 3M, dengan menerapkan protokol 3M ini tidak hanya melindungi diri tapi juga orang di sekitar kita. Jangan sampai kita menyusahkan orang lain apalagi tenaga kesehatan yang sudah berjuang, jangan sampai kita menyia-nyiakan perjuangan mereka”, tutup Yusrin Zata. cr-03








