Renovasi Kantor Disdukcapil, Plang Proyek Disperkim Tobasa Digantung di Pohon

oleh -177 views
Plank Proyek di pohon, Jumat (9/11/2019). (orbitdigitaldaily.com/Bernard Tampubolon)

TOBASA – Pelayanan satu pintu bagi urusan dokumen kependudukan warga Kabupaten Toba Samosir tak lama lagi bakal menggunakan sistem pelayanan satu pintu di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tobasa.

Hal itu merupakan satu langkah maju mengingat selama ini kepengurusan pencatatan sipil maupun dokumen kependudukan tergolong cukup rumit.

“Selama ini, kalau seseorang baru berumah tangga, memang sedikit agak bingung, mana yang lebih dahulu mau kita urus, Akta Nikah kah atau Kartu Keluarga?” sebut A Simanjuntak, Jumat (8/11/2019).

A Simanjuntak yang dijumpai di Kantor Disdukcapil Tobasa itu, mengaku seorang pengunjung asal Kecamatan Tampahan yang baru melangsungkan pernikahan.

Kata A Simanjuntak, pengurusan dokumen usai pernikahannya itu cukup rumit dirasa lantaran bidang yang mengurusi Akta Nikah berbeda dengan bidang yang mengurusi Kartu Keluarga (KK).

“Ada yang menyarankan, urus KK dulu biar gampang mengurus Akte Nikah dan identitas kependudukan, namun ada yang bilang urus Akta Nikah dulu supaya status perkawinan Tercatat dalam KK, agar tidak bolak balik. Nah saya jadi bingungkan?” ujarnya bertanya.

Mengetahui rencana pelayanan satu pintu di kantor itu, dirinya mengaku cukup senang. “Nantinya warga dalam mengurus semua urusannya disini, cukup melalui satu loket. Bagus,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang staf di Kantor Disdukcapil itu mengakui bahwa saat ini kantor itu sedang dilakukan renovasi guna menjngkatkan pelayanan. “Ia sih, rencananya akan melakukan pemgurusan dalamm satu pintu,” sebut staf.

Pantauan di lokasi kantor, sejumlah pekerja sedang melakukan renovasi Kantor Disdukcapil Tobasa. Sebagian sekat ruangan dibongkar serta dinding sebelah depan dimajukan. Cat di dalam gedung dan luar juga tampak dicat.

Sedangkan renovasi itu sendiri, menurut plank yang digantung di batang pohon depan kantor itu menggunakan anggaran sebesar hampir 200 juta rupiah dikerjakan oleh CV. A Satya Jaya, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Toba Samosir. (Bernard Tampubolon)