Aceh  

SMPN I Blang Pidie Lepas 188 Siswa Kelas IX Angkatan ke – 41

Kepala SMPN 1 Blangpidie Muhammad Wahyu SPdI

ABDYA | SMP Negeri I Blangpidie melepas 188 siswa/I kelas IX agkatan ke – 41, yang akan tamat Tahun Pelajaran 2022-2023. Kegiatan pelepasan yang diwarnai haru dan tangis berlangsung di sekolah setempat, Rabu (17/5/2023).

Kepala SMPN 1 Blangpidie Muhammad Wahyu SPd.I dalam sambutannya menyampaikan, atas nama keluarga besar SMPN 1 Blangpidie mengucapkan mohon maaf kepada ibu dan bapak selaku orang tua bila selama 3 tahun ini jika ada hal yang tidak berkenan bagi-bagi perbuatan maupun perkataan pada saat dalam mendidik.

“Kami dari keluarga besar melepaskan 188 orang anak bapak ibu yang mana 3 tahun yang lalu Bapak Ibu mempercayakan kepada kami mempercayakan bantuan pendidikan kami untuk bapak ibu kiranya sudah waktunya kami melepaskan kami mengembalikan kepada Bapak Ibu, saya mewakili atas nama guru-guru saya keluarga besar bila ada yang semenjak dari kata ataupun perbuatan yang tidak berkenan di dalam hati sekali lagi kami mohon maaf,” tuturnya.

Insyaallah sebanyak 188 nantinya sebutnya, akan di umumkan acara resmi kelulusannya pada tanggal 5 juni secara keseluruhannya bagi anak bapak ibu yang telah mengikuti selama 3 tahun pendidikan.

“Saya ingin menyampaikan kepada bapak ibu semua tugas Bapak Ibu belum selesai Masih panjang karena anak-anak kami setelah berhenti ditingkat SMP masih ada tingkat SMA, dan juga ketingkat kuliah, harapan kami tanggung jawab Bapak Ibu selaku orang tua tidak hanya sampai di SMP saja, kami juga berharap akan tetaplah membimbing anak-anak Bapak Ibu di rumah, agar bisa menjadi anak-anak yang seperti diharapkan kedepannya,” harap Kepsek Muhammad Wahyu.

Jangan Lupa

Selanjutnya, Kepala SMPN 1 Blangpidie berpesan kepada siswa-siswinya, agar tidak melupakan guru-gurunya dan juga agar tidak menyakiti kedua orang tua,

“Berbaktilah kepada kedua orang tua, dan gurumu, dan jagalah nama baik mereka dan sekolah tempat kamu menuntut ilmu, agar ilmu yang ada pada kalian kekal dan bermanfaat,” imbuhnya kepsek Muhammad Wahyu.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya Gusvizarni SPd melalui bAbdul Azis, S.Pd mengatakan, ranah pendidikan itu ada tiga yang pertama pendidikan dari keluarga yang membimbing anak-anaknya. kedua di sekolah, baik itu lembaga formal mau non formal tapi ranah disini ruang dan waktu sangat terbatas, dan yang ketiga lingkungan.

“Dari ketiga ranah pendidikan, yang paling bahaya di ranah ketiga yaitu lingkungan, maka dari itu tolong bapak ibu sekalian untuk mengawasi anak-anaknya dalam bergaul jangan sampai terjerumus kedalam hal yang tidak kita inginkan,” demikian tutupnya.

Reporter : Nazli