Dengan adanya tempat pembinaan itu, suasana kamtibmas di sana juga terjaga. Karena, angka penyalahgunaan narkoba dapat turun dengan drastis. Selain itu, angka kriminalitas seperti pencurian di sana juga menurun dengan signifikan beberapa tahun belakangan.
Hal senada disampaikan J Barus (39), mantan pengguna narkoba ini juga merupakan ‘alumni’ tempat pembinaan tersebut. Dia akhirnya sembuh dari sana, setelah sebelumnya beberapa kali tertangkap polisi.
“Aku saksi hidup yang pernah dibina di tempat pak TRP. Gak pernah dibatasi kami makan di sana. Sekarang aku dah sembuh. Tanya kami di sini tentang tempat pembinaan pak TRP, jangan tanya sama orang yang gak tau,” tegas pria yang dibina pada 2019 silam itu.
Diperkirakan, sudah ratusan korban penyalahgunaan narkoba yang sembuh dari tempat pembinaan TRP itu sejak tahun 2012 silam. Tak sedikitpun biaya yang dikeluarkan bagi korban, semua biaya pembinaannya ditanggung oleh TRP.
“Dah ratusan korban yang sembuh dari sini, kenapa baru sekarang ditanya izinnya. Selama ini, kemana pihak yang katanya peduli dengan penyalahgunaan narkoba. Apa yang dah mereka buat untuk menyelamatkan generasi bangsa,” tandas warga kompak.
Reporter: Susanto







