Warga yang menyaksikan derasnya terjangan banjir harus berjuang menyelamatkan diri ke tempat lebih aman atau mengungsi ke rumah tetangga berlantai dua. Namun sebagian lagi warga yang tak sempat menghindar kepungan banjir terpaksa bertahan dirumah masing-masing sembari menunggu bantuan tim sar.
Parahnya, Komplek Perumahan De Flamboyan tergolong lebih rendah dibandingkan Perumahan Griya Nusatiga, tampak tergenang hingga ke atap rumah warga. Diduga sumber banjir dampak terjangan kiriman air sungai dari gunung.
“Banjirnya hitungan menit menggenangi rumah, kami sangat terkejut, untuk keluar rumah saja harus dibantu tetangga yang kebetulan melintas, tak sempat menyelamatkan apapun,”ujar P Ompusunggu warga A 9.
Mirisnya, Pdt R Hutapea, warga Blok D 5, berhasil diamankan tim sar bersama relawan namun nyawanya tak tertolong lagi, sebab terperangkap banjir, apalagi orangtua lanjut usia itu tak mampu bergerak karena diterpa penyakit struk sejak dua tahun lalu.
“Kenapa bapak tinggalkan saya, tolong bantu angkat suami saya pak,”teriak istrinya terseduh sambil memeluk jasad suaminya ditandu ke mobil ambulance untuk dirujuk ke RS Bahyangkara Medan.
Kemudian, Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko didampingi Wakapolrestabes AKBP Irsan Sinuhaji dan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SIK, tampak memantau kondisi perkembangan Tim Basarnas, Tim Sabhara dan Arhanud bersiaga mengevakuasi warga terdampak banjir.
Reporter: Toni Hutagalung








