Dijelaskannya, dalam kegiatan tersbeut juga dipaparkan terkait sumber utama dalam perencanaan pembangunan yakni sinkronisasi perbaikan data pokok pendidik (Dapodik) di daerah.
Sementara untuk penerimaan DAK tahun ini senilai Rp39 milyar. Jumlah penerimaan ini mengalami penurunan tahun 2022 menjadi Rp30 miliar. “Nilai ini yang telah disetujui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.
Masih akan dilihat kedepan bagaimana pengelolaan sekarang, apakah lebih efektif dengan swakelola cara lama atau sistem saat ini, tergantung resiko yang akan dihadapi mendatang, tambahnya.
Dari penerimaan dana tersebut akan disalurkan untuk pelaksanaan program sarana dan prasarana pendidikan di Aceh Singkil. Khususnya untuk jenjang tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sementara untuk penerima manfaat dalam penyaluran DAK tersebut sebanyak 68 sekolah tingkat SD dan 21 sekolah tingkat SMP .
Sementara itu untuk kegiatan penyerapan dana yang di alokasikan untuk pendidikan katanya, bertujuan untuk perampungan sarana prasarana pendidikan, yang akan ditargetkan batu akan rampung pada 2024 mendatang.
Disamping target penuntasan sarana prasarana pendidikan mendatang, termasuk melakukan UKG untuk sertifikasi tenaga pendidikan agar mendapatkan tunjangan sertifikasi guru masing-masing, terangnya.
Reporter : Helmi







