Ketua kelompok tani karya bersama, Ali Asran Nasution mengaku baru kali ini menanam cabai jenis kaliber. Awalnya, dia tergiur ajakan sahabatnya di Jogjakarta tentang peluang bercocok tanam cabai kaliber.
Asran menerangkan, perawatan cabai kaliber ini lebih mudah 50 persen dibanding perawatan cabai biasa lainnya. Sementara jangka waktu tanam hingga panen memakan waktu 100 hari.
“Cabai yang biasa digunakan untuk masakan ayam penyet di cafe cafe adalah menggunakan cabai ini. Tekanan pedas sungguh tinggi, harganya pun mencapai Rp 120 perkilo,” imbuhnya.
Asran juga menyebut bibit cabai tersebut belum bisa didapatkan di Madina, ia terpaksa memesan bibit untuk kebutuhan lahan 2 hektar dari Jogjakarta melalui belanja online.
“Kalau ada petani cabai ini masih terhitung berapa batang. Kalau boleh saya bilang, baru saya bertani cabai kaliber dalam jumlah besar,” tambahnya.
Reporter : Sulaiman Nasution







