Medan  

Terkait Polemik Biaya Makan Karantina 1000 Hafizh, Ini Penjelasan DSI Gayo Lues

GAYO LUES – Terkait adanya polemik tentang biaya makan untuk kegiatan karantina 1000 Hafizh pada Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Gayo Lues yang selama ini beredar, ini penjelasannya.

Kepala Dinas Syariat Islam, Husin M ag melalui rilis berita mengatakan, dalam hal pengadaan makan selama kegiatan Karantina 1000 hafidz rekanan mengakui bahwa pimpinan Pesantren meminta kerjasama kepada pihak rekanan untuk pengadaan makan dengan alasan untuk lebih memudahkan pendistribusian makanan mengingat Sebagian besar lokasi tempat pelaksanaan Karantina sangat jauh.

“Kerjasama ini ditandai dengan adanya surat pernyataan (kesepakatan) diantara mereka tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” katanya, melalui WhatsApp, Selasa (23/6/2020) sore.

Lanjutnya, perlu juga diketahui bahwa dalam standart harga untuk makan dalam pelaksanaan Karantina 1000 hafidz dibawah standart harga Kabupaten untuk porsi prasmanan.

Kemudian saat pelaksanaan karantina 1000 hafidz selama 3 bulan (3 September s/d 1 Desember 2019) berjalan aman dan lancar tidak ada kendala dan keluhan baik dari pimpinan Pesantren maupun dari para peserta Karantina 1000 hafidz.

“Tapi ada masuk laporan kepada kami bahwa satu waktu sneck agak bau (basi) maka seketika itu juga kami panggil rekanan untuk mengatasi masalah tersebut,” sebutnya.

Masalah kritikan yang selama ini ada kepada DSI Gayo Lues, Husin mengucapkan terimakasih sudah mengingatkan sehingga kedepannya dirinya dapat menjadikan sebagai bahan masukan untuk perbaikan kinerja untuk masa-masa yang akan datang.

Untuk itu, kita patut bersyukur bahwa dengan adanya program 1000 hafidz di Kabupaten Gayo Lues banyak Pesantren-Pesantren dan balai-balai Pengajian mengadakan program Tahfizul Qur’an sehingga berdasarkan hasil pendataan Dinas Syari’at Islam pada Desember 2019 yang lalu bahwa hafidz-hafidzah yang ada di Kabupaten Gayo Lues sudah mencapai 2261 orang dari target RPJM hanya 1000 orang.

“Kami mengakui bahwa dari 2261 orang hafidz ini belum semua hapal 30 Juz akan tetapi mereka sudah mempunyai hapalan minimal 1 juz dan sudah ada beberapa orang memiliki hapalan 30 Juz,” jelasnya.

Selain itu, dengan kemunculannya Program 1000 hafidz di Kabupaten Gayo Lues mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat, hal ini ditandai dengan banyaknya bermunculan Pesantren-Pesantren dan Balai-Balai Pengajian Tahfizul Qur’an,” mudah-mudan calon-calon hafidz di Kabupaten Gayo Lues akan terus bertambah,” tutupnya.

Reporter: Putra